Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Rabu, 4 Maret 2026
Yer 18:18-20
Mzm 31:5-6,14-16
Mat 20:17-28
Rendah Hati
Dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu. – Mat 20:27
Menjadi besar (menonjol) adalah impian banyak orang. Pada zaman Yesus pun, murid-muridNya terlihat berambisi untuk menjadi yang terbesar. Seperti dalam bacaan Injil hari ini, ibu dari anak-anak Zebedeus mendekati Yesus dengan permintaan yang sangat ambisius, ia ingin menempatkan kedua putranya di sebelah kanan dan kiri Yesus dalam Kerajaan-Nya, namun Yesus justru mengalihkan fokus dari kedudukan menuju pengorbanan. Yesus menegaskan bahwa para pemimpin di dunia berkeinginan untuk “menguasai,” tetapi bagi murid-muridNya, ukurannya adalah melayani dengan rendah hati.
Kita sadari, ketika sedang berada di bawah, kita dengan yakin bisa mengatakan, “Ketika aku jadi orang besar, aku pasti bisa menjadi pribadi yang rendah hati, perhatian pada orang-orang di sekitar, dan tidak menganggap rendah orang lain.” Namun ketika sampai di atas, godaan mulai berdatangan, mengajak kita untuk menikmati posisi kita, dan mulai melupakan janji-janji yang telah kita buat. Dan godaan itu kadang terlihat halus, di balik sesuatu yang nampaknya benar.
Untuk menjadi rendah hati tidak bisa dengan kekuatan saya sendiri, namun harus dengan memasrahkan diri dalam kerahiman Tuhan. Saya masih seringkali jatuh, ketika sedang berusaha untuk rendah hati, ada bagian dari diri saya yang masih menginginkan sesuatu yang lebih tinggi ataupun pujian dari dunia. Sadar akan kesalahan tersebut, saya meminta ampun dan memohon berkat-Nya melalui sakramen tobat dan terus memperbaiki diri. (Vn).
Apakah kita mau setia dalam pelayanan yang sederhana, yang menuntut pengorbanan, alih-alih mencari kemuliaan diri sendiri?
No responses yet