Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Rabu, 7 Januari 2026
1 Yoh 4:11-18
Mzm 72:2,10-13
Mrk 6:45-52
BELAJAR TENANG
..Tenanglah! Aku ini, jangan takut! – Mrk 6: 50
Injil hari ini mengisahkan tentang keresahan para murid Yesus saat di dalam perahu, karena mereka begitu kelelahan mendayung akibat angin sakal pada malam itu. Sampai mereka seolah tidak menyadari bahwa Yesus sang nahkoda kapal ada di antara mereka, dan tidak akan membiarkan kapal karam.
Saya jadi teringat akan peristiwa 2011 lalu, saat saya pergi ke dokter mata hanya untuk mengecek apakah saya bisa memakai softlens saat itu, karena mata saya tergolong sensitif. Tak disangka justru saat mata saya diperiksa oleh dokter, ternyata ada sebuah bintik hitam dekat kornea. Dokter pun mengatakan kalau bintik hitam itu didiamkan, lama- kelamaan bisa melebar dan mengakibatkan kebutaan. Kalau dihilangkan dengan cara laser pun itu membutuhkan biaya puluhan juta saat itu. Saat keluar dari ruangan dokter, jujur saya menangis, saya kaget kenapa ini bisa terjadi pada saya. Apalagi waktu itu keuangan saya tidak cukup kalau harus dilaser, namun tangisan itu hanya sesaat, saat itu saya seperti mendapatkan kekuatan dari Roh Kudus, saya mendapat ketenangan untuk menghadapi masalah tersebut. Saya hanya butuh mujizat Tuhan Yesus untuk menghilangkan bintik hitam pada mata saya.
Sampai di rumah saya tidak menceritakan hal itu kepada keluarga, bahkan sahabat terdekat pun tidak. Setiap hari saat doa pribadi, saya selalu menumpangkan kedua tangan saya di mata, dengan mengatakan “dalam nama Yesus, bintik hitam dimata ini hilang”. Tidak sampai setahun, saya balik lagi ke dokter untuk mengecek kondisi mata, puji Tuhan dokter tidak menemukan bintik hitam itu lagi.
Teman, saat di dalam kesulitan marilah kita belajar tenang dan percaya bahwa Yesus adalah nahkoda dalam kapal kehidupan kita, maka mujizat-Nya akan
terjadi untuk kita! (AR).
Tuhan ajar ku untuk lebih tenang dalam menghadapi masalah dan pergumulan yang datang silih berganti dalam hidup.
Sebab hanya Engkau yang menjadi nahkoda dalam kapal kehidupanku.
No responses yet