Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Rabu, 11 Maret 2026
Ul 4:1,5-9
Mzm 147:12-13,15-16,19-20
Mat 5:17-19
Be Positive
“Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. – Mat 5:17
Akhir-akhir ini saya seringkali bertanya, ”Tuhan, kapan puteraku akan berubah menjadi lebih bertanggung jawab dan disiplin? Kapan ia bisa mengontrol emosinya, mengatur waktu dan tidak melulu berfokus pada gadget?” Segala usaha dan upaya sudah dicoba, tetapi ia masih tidak ada perkembangan.
Lewat bacaan Injil hari ini, saya diingatkan bahwa kehadirannya adalah berkat dari Tuhan. Lewat dia akan berproses untuk mengasihinya dengan segala keberadaannya. Kelebihan dan kekurangannya akan selalu mewarnai hidupku semakin dibentuk, untuk mengasihi dengan tulus.
Melalui puteraku, saya belajar untuk berkomunikasi dengan lebih hangat, berbicara tidak lagi mengegas, tetapi berusaha untuk mengerem, karena ia adalah remaja yang sedang mencari jati dirinya. Saya tidak lagi berfokus pada kekurangannya, tetapi melihat apa yang menjadi nilai plus dalam dirinya yang harus disyukuri. Saya juga harus menjadi tiang doa baginya, dan menyadari bahwa dengan kehadirannya, saya pun semakin didewasakan secara iman dan bertumbuh dalam kasih.
“Some people come in our life as blessings. Some come in your life as lessons.” “Beberapa orang datang dalam hidup kita sebagai berkah. Beberapa datang dalam hidup Anda sebagai pelajaran,” itulah yang dikatakan oleh Mother Teresa.
Maka hendaknya kita percaya bahwa Tuhan menempatkan setiap orang yang hadir dalam hidup kita untuk membuat kita semakin serupa dengan Yesus yang memancarkan wajah Allah. Pribadi yang selalu berubah menjadi bejana yang semakin indah dan bersukacita, dan bahwa lewat setiap perjalanan hidup kita, kita pun semakin dapat melihat kebaikan dan kemurahan Tuhan. (TL).
Apakah aku sudah bersyukur atas kehadiran setiap pribadi yang Tuhan tempatkan di sekitarku?
No responses yet