Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Jumat, 13 Februari 2026
1 Raj 11:29-32; 12:19
Mzm 81:10-15
Mrk 7:31-37
Semuanya Akan Indah
Mereka takjub dan tercengang dan berkata: “Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata.” – Mrk 7:37
Ketika menghadapi masa-masa sulit dan tak mengerti rencana-Nya dalam hidup, tanpa sadar kita acap berkata “seandainya saja …”. Hal itu secara tak langsung membuat diri ini menjadi lemah, down, dan gagal move on. Secara fisik, hati, dan pikiran, kita seakan belum siap menerima kenyataan yang ada dan menyambut rencana indah-Nya digenapi atas diri ini. Keyakinan dan secercah harapan tiba-tiba pupus. Kekuatan untuk bangkit pun menjadi sirna. Alhasil, iman menjadi goyah. Namun, ayat “Ia menjadikan segala-galanya baik” senantiasa terngiang di telinga. Secara tak langsung, hal ini membuat saya teringat akan setiap kebaikan-Nya yang telah saya terima dan menggerakkan hati untuk memiliki keyakinan baru bahwa suatu hari nanti diri ini pasti akan sangat berterima kasih pada-Nya akan segala sesuatu yang telah terjadi.
Menerima kenyataan pahit dan menanti rencana indah Tuhan digenapi bukanlah sesuatu yang mudah. Selama masa-masa itu, terkadang untuk memiliki relasi yang kuat dengan-Nya pun terasa melelahkan. Rasanya seperti rencana indah-Nya yang diperuntukan bagi saya sangatlah jauh dan sejauh mata memandang, saya tak bisa melihatnya. Tak bisa dipungkiri bahwa saya juga jatuh bangun selama menunggu waktu-Nya tiba. Saat ini mungkin saya sedang dalam kondisi ini. Saya sempat mengira bahwa banyaknya kegiatan akan membuat diri saya bisa teralihkan dari penantian yang tak tahu sampai kapan akan tiba. Namun, saya salah karena ada kalanya di tengah kesibukan pun saya juga masih terpikir sampai kapan harus menanti seperti ini?
Saat dalam kondisi tersebut yang saya butuhkan hanyalah pelukan kasih-Nya yang menghangatkan hati dan menentramkan jiwa. Ketika jamahan kasih-Nya menyentuh kedalaman hati saya, kelegaan pun langsung bisa saya rasakan.
Bersabar dan percayalah, semua akan indah pada waktu-Nya. (Cr).
Mari berjuang bersama untuk menanti rencana indah-Nya digenapi.
No responses yet