Renungan Katolik “Bahasa Kasih”

Rabu, 14 Januari 2026

1 Sam 3:1-10,19-20

Mzm 40:2,5,7-10

Mrk 1:29-39

Yesus Sang Penyembuh

Ia pergi ke tempat perempuan itu, dan sambil memegang tangannya Ia membangunkan dia, lalu lenyaplah demamnya. – Mrk 1:31

Banyak perkara di dunia ini, yang terkadang sulit sekali untuk dipecahkan dan dicari jalan keluarnya. Sakit penyakit yang tiba-tiba datang dan cukup berat untuk ditanggung, masalah keuangan dan usaha yang juga tidak kunjung pulih. Hal-hal tersebut terkadang membuat hidup menjadi bertambah berat untuk dijalani.

Seorang teman pernah berkisah. Tanpa diketahui sebab musababnya, ternyata ia mengidap salah satu penyakit kritis. Beruntung, beberapa waktu sebelumnya, ia memaksakan diri untuk mengikuti salah satu asuransi meski kondisi keuangan pas-pasan. 

Dalam perjalanan pengobatannya, asuransi yang dimiliki pun ternyata tak cukup untuk menanggung biaya pengobatannya, sehingga ia pun terpaksa menjual satu per satu koleksi barang-barang kesayangannya. Berbagai macam pengobatan dijalaninya, dan ia pun berserah kepada Yesus Sang Penyembuh. Apapun nanti hasil akhirnya, ia percaya bahwa tangan Tuhan Yesus selalu memeluknya dan Ia senantiasa berjalan bersama-Nya.

Berdasarkan keyakinan itu, hari demi hari dijalaninya dengan semangat yang baru. Bahkan dalam kondisinya sebagai pasien rawat inap yang sudah cukup lama di sebuah rumah sakit, ia masih berusaha menghibur pasien-pasien lain di sebelah bilik ruangannya. Bahkan, jika ia masih bisa berjalan, ia tak segan berjalan ke ruangan kamar sebelah, sekedar untuk menyapa, menghibur, memberikan semangat, dan turut berdoa bersama, apapun keyakinan dari pasien tersebut. Saya dan ibu saya sempat merasakan sapaan, tatapan, dan doa yang begitu tulus darinya. Tindakan dan senyumnya membawa kedamaian kepada semua orang yang disapanya. Kami seperti melihat Yesus Sang Penyembuh dalam sosok dirinya.

Hari ini, sudah sekitar 4 tahun yang lalu, ia berpulang ke rumah Bapa. Namun, senyum dan semangatnya masih terkenang dan tersimpan di hati kami. (MD).

Ya Yesus, sang penyembuh, berikanlah kami semangat roh-Mu untuk dapat menjadi perpanjangan tangan bagi sesama.

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *