Renungan Katolik “Bahasa Kasih”

Sabtu, 14 Maret 2026

Hos 6:1-6

Mzm 51:3-4,18-21 

Luk 18:9-14

Memilih dan memilah

…Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini. Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak… – Luk 18:13-14

Bacaan Injil hari ini adalah perumpaan doa orang Farisi dan seorang pemungut cukai. Orang Farisi berdoa dan bersyukur Karena dia tidak berlaku seperti perampok, tidak berzinah, membayar perpuluhan dan sebagainya, yang jika kita renungkan justru hal itu adalah sikap meninggikan diri. Dan yang kedua adalah doa seorang pemungut cukai, ia tidak meminta apapun, namun ia hanya memohon ampun atas dosa yang sudah ia perbuat dengan sepenuh hati.

Yang manakah anda dan saya dari keduanya?

Ketika saya merenungkannya, ternyata saya sering seperti orang Farisi itu, merasa hidup doa saya lebih baik dari yang lain, tidak bergosip seperti yang lain, rajin mengaku dosa tidak seperti teman yang lain dan sebagainya. Pikiran- pikiran daging ini sering memanipulasi diri kita tanpa disadari, meski tidak bisa dipungkiri bahwa dalam isi pikiran manusia sebenarnya selalu ada andil pengaruh dari si jahat. Iblis memang sangat pintar mempengaruhi dan memutar balikkan pola pikir kita, namun pada akhirnya kitalah yang menentukan pikiran mau memilih jalan yang mana. Jika doa kita kuat, relasi kita dengan Tuhan pun kuat, pendengaran batin kita ke Tuhan juga kuat maka iblis tidak akan mampu lagi memperdayai kita. 

Mari saudaraku kita saling mendoakan, sekalipun kita hanya berjumpa secara emosi lewat renungan ini, namun percayalah secara spiritual setiap doa yang tulus dipanjatkan dapat menembus ke Tahta Allah. 

Ya Allah, ampuni kami yang mudah jatuh kepada dosa, hati mudah retak dan luka, berkati seluruh indera kami dengan cahaya terang-Mu agar saat memilah dan memilih pada suatu tindakan, hanya kehendak-Mu sajalah yang terjadi dalam hidup kami. Amin! (In).

Jebakan dosa apa yang pernah saya alami tanpa sadar, karena ketidakpekaan terhadap bimbingan Roh Kudus?

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *