Renungan Katolik “Bahasa Kasih”

Minggu, 15 Februari 2026

Hari Minggu Biasa VI

Sir 15:15-20

Mzm 119:1-2,4-5,17-18,33-34

1 Kor 2:6-10

Mat 5:17-37

Enaknya Bergosip

Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat. – Mat 5:37

Membicarakan perihal seseorang dengan orang lain yang juga mengenalnya tidak langsung di depan yang bersangkutan sambil menambahkan bumbu-bumbu dengan asumsi dan analisa-analisa yang hanya “asbun” atau asal bunyi (bergosip), adalah suatu keseruan terendiri dilakukan pada saat sedang berkumpul dan sekedar ’nongkrong’ bersama teman-teman di warung kopi kesayangan kita. Bahkan, terkadang di depan rumah pun bisa menjadi tempat bagi kita untuk bergosip, misalnya saat secara tidak sengaja bertemu dengan tetangga, dan bingung harus membahas atau berbicara tentang apa. Namun, kita harus sadar seperti apa yang dikatakan dalam Alkitab pada bacaan hari ini mencatat, bahwa segala sesuatu yang kita sampaikan lebih dari apa yang sebenarnya terjadi adalah berasal dari si jahat, artinya Tuhan tidak berkenan dengan hal itu.

Sebagai makhluk sosial, kita memiliki kebutuhan untuk bersosialisasi. Tantangannya adalah ketika berada di situasi dan kondisi tersebut, kita perlu memikirkan kembali, apakah perlu kita membahas suatu topik tertentu dan mencampuri urusan orang lain? Bisakah kita menjadi penengah dan memberikan pencerahan bagi orang-orang di sekitar kita jika topik pembicaraan kita sudah menjadi ajang gosip yang tidak sehat? Apalagi dengan menambahkan cerita-cerita yang belum tentu benar karena hal itu hanya berdasarkan asumsi kita. 

Jika kita memiliki kecenderungan untuk bergosip, hendaknya kita belajar untuk menahan diri. Menambah wawasan dengan pengetahuan yang berguna dengan banyak membaca bacaan yang bermutu, akan mengubah apa yang akan kita sampaikan atau bicarakan nanti ketika bertemu dengan orang lain. Dan semoga saja, keinginan untuk membicarakan kejelekkan orang lain karena tidak ada topik pembicaraan, akan tergantikan dengan pembicaraan berguna dan bermutu untuk saling membangun pribadi satu sama lain.(MD).

Ya Bapa, berikanlah aku hati yang bijak dan lidah yang baik untuk memberkati orang lain.

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *