Renungan Katolik “Bahasa Kasih”

Selasa, 17 Februari 2026

Yak 1:12-18

Mzm 94:12-15,18-19

Mrk 8:14-21

Ajaran Palsu

Lalu Yesus memperingatkan mereka, kata-Nya: “Berjaga-jagalah dan awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes.” – Mrk 8:15

Kira-kira mengapa pada saat itu Yesus menegur para murid yang memperbincangkan soal roti? Ini karena apa yang ditangkap oleh para murid adalah “kulit luarnya” saja padahal bukan sekedar roti pengenyang perut saja yang Yesus maksudkan. Seharusnya para murid tahu bahwa untuk menyediakan roti Yesus sangat sanggup, sudah dibuktikan dari mujizat 5 roti dan 2 ikan yang mampu memberi makan 5000 orang bahkan masih tersisa 12 bakul. Yang Yesus maksudkan, yakni persoalan dunia dimana banyak ajaran-ajaran sesat yang dibungkus dengan rapi seolah hal itu adalah kebenaran. 

Di sini kita melihat perasaan Yesus yang merasa kecewa bahwa apa yang Ia lakukan ternyata tidak dimengerti oleh murid-muridNya sendiri, termasuk oleh kita. Benar seperti itu, bukan? Seringkali kita mengeluh, takut dan cemas ketika sesuatu yang menyangkut kebutuhan primer kita tidak terpenuhi. Padahal Ia pasti akan memenuhi segala kebutuhan kita, tidak akan membiarkan kita kelaparan. Hari ini Tuhan Yesus mau mengajak kita untuk berhenti khawatir pada persoalan perut semata dan lebih waspada terhadap ajaran-ajaran yang tidak berkenan di hadapan Allah. 

Beberapa waktu yang lalu sempat viral boneka labubu, adakah di antara saudara yang juga ikutan war? Rela antri berjam-jam hanya untuk memiliki boneka tersebut, sementara untuk bergaul secara intim dengan Tuhan, kita seringkali mengeluarkan banyak alasan. Seringkali kita juga memohon banyak rejeki pada Tuhan, dan ketika dikabulkan malah menggunakan uang itu sebagai mamon yang kita berhalakan. Permasalahannya bukan pada uangnya, tapi “ragi” yang menjadikan uang di atas segalanya.

Jadi, ragi orang Farisi merupakan suatu pengajaran yang ditambahkan agar terlihat seperti benar, namun ternyata ada makna yang bertentangan dengan kehendak Allah di balik pengajaran itu. (FY).

Sudahkah saya memahami pengajaran Tuhan Yesus dengan benar?

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *