Renungan Katolik “Bahasa Kasih”

Kamis, 19 Februari 2026

Ul 30:15-20

Mzm 1;1-4,6

Luk 9:22-25

Bersyukur vs Menggerutu

Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau Merugikan dirinya sendiri? – Luk 9:25

Ayat Injil hari ini menggarisbawahi bahwa pencapaian materi duniawi tidak sebanding dengan kehilangan hidup kekal atau spiritual seseorang.

Ada masa dimana saya bekerja dengan income yang cukup baik, bahkan saya pun bisa pergi berziarah ke Yerusalem yang menjadi salah satu impian saya. Namun dibalik itu semua, jika saya mengingat kembali efek dari pekerjaan tersebut; saya sering tidak dapat tidur dengan nyenyak, badan saya kelelahan karena harus berkeliling ke banyak tempat yang jaraknya cukup jauh untuk bertemu klien. Dan berjalannya waktu perusahaan pun menentukan target yang makin tinggi sehingga sampailah pada titik saya memutuskan untuk berhenti. Secara dunia saya kalah karena menyerah, namun bagi saya ada hal lain yang lebih ingin saya utamakan dalam perjalanan hidup saya.

Dengan income yang tidak sebesar dulu, saat ini saya justru merasa mendapat kemewahan hidup (jangan bayangkan kemewahan berupa materi). Kemewahan yang saya maksud adalah saya saat ini memiliki pola hidup lebih sehat; hati lebih tenang, tidur yang lebih nyenyak, dan yang terpenting dengan kesehatan yang lebih bugar saya dapat meluangkan waktu dengan lebih banyak untuk Tuhan (pelayanan/kegiatan lainnya), dan relasi saya dengan-Nya pun dapat lebih saya pupuk dan tumbuhkan.

Setiap orang memiliki kebebasan untuk menentukan jalan hidupnya, diikuti dengan konsekuensi dari pilihan itu. Dari pilihan yang saya ambil, saya senantiasa berusaha membangun sikap bersyukur dan sikap bahagia, tidak membandingkan diri dengan hidup orang lain, yang mungkin terlihat di mata lebih bahagia dari saya. Karena bahagia bukanlah soal perasaan, tapi bagaimana saya menghargai diri sendiri, menerima kekurangan/kelemahan dan kemudian membawanya kepada Allah untuk Ia berkati menjadi kekuatan, sehingga saya dapat menjalani hidup dengan positif dan sehat. Bersyukur adalah kunci kebahagiaan! (In).

Apakah saya masih sering menggerutu sehingga membuat hidup seolah susah dijalani?

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *