Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Sabtu, 21 Februari 2026
Yes 58;9b-14
Mzm 86:1-6
Luk 5:27-32
Responsif
Maka berdirilah Lewi dan meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Dia. – Luk 5:28
Pernahkah kita merasa tidak layak dan penuh dosa? Merasa diri tidak pantas karena banyak kesalahan yang dilakukan? Atau apakah kita merasa tidak memiliki kelebihan untuk dapat melayani? Kita ingin bersaksi, namun hidup kita biasa- biasa saja dan tidak tahu bagaimana harus bersaksi. Kita harus ingat bahwa ketika kita mau merespon panggilan Tuhan, kita harus yakin bahwa Tuhan yang akan melayakkan dan memantaskan diri kita untuk mengikuti Dia.
Di masa lalu, saya pun pernah merasa tidak layak untuk melayani Tuhan dengan dosa yang telah membelenggu bertahun-tahun dan saya begitu sulit untuk melepaskannya. Setiap kali akan melayani, ada suara-suara yang berkata. ”Kamu tidak layak! Kamu kotor! Tuhan tidak akan menerimamu!” Hati saya terus bergejolak, ingin lari dari pelayanan atau terus melayani.
Kemudian saya memberanikan diri untuk membuka diri atas dosa- dosa tersebut. Saya meminta dukungan doa serta nasehat dari pembimbing rohani agar dapat berdamai dan terlepas dari segala keterikatan. Butuh beberapa kali konseling, namun puji Tuhan akhirnya saya dapat terlepas dari dosa yang mengikat dan bisa melayani dengan sukacita.
Saya sadar bahwa harus bangkit dan mengikuti Yesus dengan meninggalkan kedagingan, karena saya telah dipilih dan dipanggil untuk menjadi duta kasih-Nya.
Maka saya belajar mencintai Yesus dengan sepenuh hati dengan membangun relasi intim dengan-Nya, berpuasa dengan kesungguhan hati, mengikuti Ekaristi secara rutin, serta memberikan waktu untuk melayani-Nya dengan setia.
Yesus selalu mengetuk pintu hati kita dan menunggu kita datang mengikuti-Nya! “Allah mencintai kita lebih dari kita mencintai diri kita sendiri.” -St. Teresa Avilla- (TL).
Sudahkah aku meRESPON panggilan Tuhan?
Apakah tanggapanku?
Cuek atau bangkit mengikuti-Nya?
No responses yet