Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Rabu, 21 Januari 2026
Pw St. Agnes
1 Sam 17:32-33,37,40-51
Mzm 144:1,2,9-10
Mrk 3:1-6
Dengki Menutupi Kasih
Kata-Nya kepada mereka: “Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?” Tetapi mereka itu diam saja. – Mrk 3:4
Pada bacaan injil hari ini, para ahli Taurat lagi-lagi ingin menjebak Yesus, mereka menuduh Yesus yang saat itu menyembuhkan orang lumpuh, telah melanggar hukum Taurat, yaitu perintah kuduskanlah hari Sabat. Saya mencari tahu apa saja yang tidak boleh dilakukan pada hari Sabat, dan ternyata banyak, salah satunya adalah larangan untuk mengobati orang sakit karena dianggap melakukan suatu pekerjaan.
Selain larangan pada hari Sabat, tentu ada kewajiban untuk berbuat baik. Yesus telah melakukan perbuatan baik. Jadi apakah Yesus melanggar hukum Taurat? Tidak, Yesus tidak melanggar hukum Taurat, Yesus justru menggenapi hukum Taurat dengan kasih. Ahli- ahli Taurat sebenarnya sangat paham dengan tindakan Yesus itu, tetapi mereka hanya ingin menjatuhkan Yesus, karena dengki mereka menutupi kasih.
Dari bacaan hari ini perlu kita renungkan, apakah ada orang di sekitar kita yang sangat membutuhkan pelukan kasih, tapi kita abaikan karena kita tidak suka dengan orang itu? Dan lebih parah lagi, apakah kita juga mempengaruhi orang lain supaya tidak membantu orang tersebut? Apakah kita mau hidup termakan dengki sehingga mengabaikan kasih yang Yesus ajarkan?
Jujur, renungan ini lebih banyak menegur saya sendiri, yang tanpa sadar selama ini masih mengabaikan orang-orang terdekat saya yang memerlukan rangkulan kasih. Dan alih-alih mendorong orang lain mengasihi orang yang tidak kita sukai itu, saya malah berusaha membuat mereka menjauhinya. Selain menegur saya secara pribadi, semoga renungan ini juga bisa menyentuh hati kita semua. Semoga kita bisa mengikuti ajaran kasih Yesus dan tidak menjadi seperti para ahli Taurat tersebut. (PL).
Jangan biarkan dengki menutupi kasih.
No responses yet