Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Sabtu, 21 Maret 2026
Yer 11:18-20
Mzm 7:2-3,9-12
Yoh 7:40-53
Ratio dan Hati
Nikodemus, seorang dari mereka, yang dahulu telah datang kepada-Nya, berkata kepada mereka:”Apakah hukum Taurat kita menghukum seseorang, sebelum ia didengar dan sebelum orang mengetahui apa yang telah dibuat-Nya?” – Yoh 7:50-51
Salah satu ciri khas manusia adalah kemampuan untuk berpikir dan selalu mencari tahu. Dengan anugerah tersebut, manusia senantiasa mencari jalan-jalan kreatif dan berkembang menjadi lebih baik. Apa yang dahulu tampaknya mustahil, sekarang dengan bantuan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadikannya lebih mudah. Demikian ilmu pengetahuan berkembang dengan pesat dan hidup menjadi lebih maju, cepat dan mudah. Namun rasanya tidak cukup hanya hidup dengan ilmu pengetahuan, sebab manusia terdiri dari jiwa, badan, dan roh, ketiganya adalah satu kesatuan. Kita selalu perlu memakai pikiran, hati dan kehendak fisik dalam hidup.
Injil hari ini memberi kisah yang menarik, bagaimana perdebatan terjadi di antara orang-orang yang tidak sekelompok dengan Yesus. Mereka mempunyai pengetahuan tentang Yesus secara manusiawi, mereka pula memiliki pengetahuan tentang agama dan Kitab Taurat. Mereka ini bisa dikatakan “ahli” dalam hal pengetahuan tersebut. Sayangnya, dengan pengetahuan yang dimiliki sebagian besar malah menolak Yesus dan berusaha untuk membinasakannya. Pengetahuan yang dimiliki belum tentu menghantar mereka kepada keselamatan.
Di tengah perdebatan itu, muncul Nikodemus yang mempunyai sikap yang berbeda, selain memakai pengetahuan yang dimilikinya, ia juga menggunakan hati dan kehendak bebasnya. Memakai hati untuk berpikir kerap membuka kemungkinan-kemungkinan baru, jalan-jalan yang menghantar pada kebenaran.
Kisah Nikodemus dalam Injil ini tetap relevan bagi kita dewasa ini. Ia senantiasa mengingatkan kita, untuk senantiasa menggunakan ratio dan hati untuk terus menemukan Yesus dalam wajah-wajah sesama kita tanpa cepat mengadili dan berprasangka buruk. Kita diingatkan untuk melihat hal-hal terbaik di dalam diri sesama. (BW).
Terangilah budi dan hati kami, ya Allah.
Mampukan kami menemukan Mesias dalam setiap peristiwa hidup ini.
No responses yet