Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Sabtu, 28 Februari 2026
Ul 26:16-19
Mzm 119:1-2,4-5,7-8
Mat 5:43-48
Upah Dari Mengampuni
Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. – Mat 5:44
Bacaan Injil hari ini mengingatkan pengalaman saya saat mempersiapkan pergantian pengurus sebagai Dewan Paroki Harian (DPH) setelah menjabat dua periode di Gereja. Saya pun harus melakukan transfer pengetahuan kepada seorang anak muda, termasuk melakukan pekerjaan baru karena ada satu pengurus di bawah saya yang dipindahkan ke Koordinator Bidang lain. Saya berharap dengan pembekalan yang saya berikan kepadanya proses pelayanan dan pekerjaan dapat berjalan dengan lancar dan bahkan bisa lebih baik.
Namun, sungguh diluar dugaan, respon dari anak muda tersebut sangat berbeda dari ekspektasi saya dan dengan entengnya mengatakan: “Ah cuma segitu, kalau ada masalah begini, yah tinggal lakukan aja seperti ini dan itu…”. Terus terang saya kaget dan kecewa dengan kesombongan anak muda yang menjadi DPH baru ini. Rasa jengkel saya ini hingga menimbulkan kesan : I don’t like him, saya tidak menyukainya titik. Kekesalan ini terus berlanjut dari hari ke hari karena pikiran saya belum move on dari peristiwa itu.
Suatu hari dalam pertemuan sel (kelompok dalam pembinaan iman), saya berkesempatan sharing dan mengungkapkan kekesalan yang saya alami dengan anak muda itu. Salah seorang teman memberikan solusi :”Doakan saja agar sesuatu yang baik terjadi untuknya, keluarganya dan pelayanannya.” Sebenarnya saya “ogah banget” melakukannya, namun saya lakukan juga dengan harapan supaya hati ini menjadi damai. Sungguh ajaib, rasa kesal saya berangsur hilang dan saya pun bisa kembali menyapa dan mengasihi dia. (Yo).
Jika kita mau mengampuni orang, maka kita pun dapat bersatu dengan Bapa di Surga.
No responses yet