Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Rabu, 28 Januari 2026
Pw St. Tomas Aquino
2 Sam 7:4-17
Mzm 89:4-5,27-30
Mrk 4:1-20
Mau Diproses
Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, ia tumbuh dengan suburnya dan berbuah, hasilnya ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang seratus kali lipat.” – Mrk 4:8
Benih yang jatuh di tanah yang baik melambangkan firman Tuhan yang ditanam di hati yang siap. Hasilnya, benih itu bertumbuh subur dan menghasilkan buah berlimpah yang berkenan dihati Tuhan, yang sering kita dengar sebagai buah-buah Roh (Galatia 5:22-23); yaitu kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri. Buah-buah Roh ini adalah perwujudan nyata dari Sabda Tuhan yang hidup dan bekerja dalam diri kita.
Suatu hari, seorang teman berbagi cerita tentang perubahannya. Dulunya ia adalah seorang yang temperamental. Masalah kecil saja bisa membuatnya “naik darah.” Namun kemudian ia berkomitmen untuk mengikuti misa harian. Berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun ia menjalani kebiasaan itu dengan tekun. Perlahan, tanpa ia sadari, Perayaan Ekaristi mulai mengolah “tanah hatinya” yang tadinya tandus. Ia menjadi pribadi yang jauh lebih sabar. Bahkan dalam situasi yang paling kacau sekalipun, ia tidak bisa menemukan alasan untuk marah-marah atau emosi. Kisahnya mengajarkan saya bahwa perubahan rohani membutuhkan proses dan pengorbanan, namun hasilnya benar-benar di luar ekspektasi kita.
Maka jika kita ingin menghasilkan buah-buah Roh, kita harus bersedia diproses dan melakukan pengorbanan. Mungkin dengan meluangkan waktu untuk berdoa, mengikuti Perayaan Ekaristi, membaca Kitab Suci, atau terlibat dalam pelayanan. Proses ini tidak instan, melainkan sebuah perjalanan panjang yang membutuhkan ketekunan. Namun, hasilnya akan jauh lebih berharga daripada pencapaian duniawi mana pun, karena buah-buah ini akan membawa kita pada kehidupan kekal. (Vn).
Pengorbanan apa yang rela saya lakukan agar benih Sabda Tuhan dapat bertumbuh dan menghasilkan buah berlimpah?
No responses yet