Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Sabtu, 28 Maret 2028
Yeh 37:21-28
MT Yer 31:10,11-12ab,13
Yoh 11:45-56
Berpikirlah Positif
Tetapi ada yang pergi kepada orang-orang Farisi dan menceriterakan kepada mereka, apa yang telah dibuat Yesus itu. – Yoh 11:46
Suatu kali setelah selesai rapat, beberapa teman nampak tidak puas dengan hasil yang diperoleh. Mereka gusar dan sedikit kesal. Ketika menghampiri, saya mendengar mereka menyampaikan kalau jawaban yang akan diterima pasti bermasalah. Saya berusaha menenangkan, walaupun tetap saja mereka tidak bisa tenang. Seiring berjalannya waktu, akhirnya kami menerima jawaban yang bertolak belakang dari pemikiran mereka. Seluruh keputusan akhirnya menyetujui ide yang kami sampaikan saat ini.
Melalui bacaan Injil hari ini saya ingin menyampaikan sudut pandang yang lain, yang sedang kita baca. Saya ingin menyoroti tentang perilaku manusia, yang ketika sudah benci ataupun tidak suka akan mempengaruhi cara pandang orang tersebut. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah yang diperbuat Yesus salah? Lalu mengapa ada orang-orang yang melaporkan perbuatan baik? Kebencian terhadap seseorang akan menghapus seluruh perbuatan baik. Kita menjadi tidak obyektif lagi dalam menilai perbuatan baik seseorang. Kita akan selalu merasa bahwa ada banyak hal negatif dalam perbuatan baiknya.
Apakah ada manfaat bagi kita jika berpikir dengan cara pandang demikian? Atau justru hal ini membuat kita menjadi tidak nyaman setiap kali melihat orang-orang berbuat baik? Ketika berhasil mengalahkan pikiran negatif, kita akan menemukan bahwa dunia ini akan menjadi lebih baik. Kita pun lebih memiliki harapan akan masa depan yang lebih baik. Jadi apakah kita akan tetap memegang kebencian terhadap seseorang atau menginginkan kedamaian dan cara pandang yang positif dalam hidup kita? (An).
Apakah saya seringkali berpikiran sempit tentang orang-orang yang ada di sekitar?
No responses yet