Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Senin, 29 Desember 2025
1 Yoh 2:3-11
Mzm 96:1-3,5-6
Luk 2:22-35
Yesus = Keselamatan
“sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel.” – Luk 2:30-32
Sungguh menarik bahwa melalui Simeon, Roh Kudus menyatakan hal-hal yang belum dapat dimengerti orang-orang pada saat itu. Yesus yang masih sangat kecil sudah dinyatakan sebagai terang dan menjadi kemuliaan bagi umat-Nya, di mana keselamatan sudah disediakan oleh-Nya. Jadi, bukan hanya saat kelahiran Yesus saja Ia disembah dan dimuliakan, tetapi saat dipersembahkan di Bait Allah pun Ia ditinggikan.
Maria, sang Theotokos (Theotokos berasal dari bahasa Yunani, yang berarti ibu atau bunda Allah), pun belum mengerti dan heran dengan hal ini. Peristiwa itu menjadi sebuah hari penting dalam pewahyuan Allah untuk manusia, karena di sana Yesus dinyatakan sebagai terang bagi bangsa- bangsa. Terkait hal ini, maka Gereja mendukung anak-anak kecil untuk hadir di gereja dan mengikuti perayaan Ekaristi. Kita sebagai orang tua, mempersembahkan anak-anak dan mendoakan mereka saat Misa. Anak-anak diberkati dan didoakan oleh umat dan romo. Berkat-Nya melimpah bagi anak- anak. Maka dari itu, tidak perlu malu jika anak rewel dan tidak bisa diam, karena mereka memang masih anak-anak. Kita perlu mengerti hal itu dan juga mau mengerti jika ada anak orang lain yang belum bisa tenang dan diam. Bayi Yesus di dalam Bait Allah mungkin juga tidak bisa diam dan menangis, tetapi Roh Kudus tetap menyatakan kebenaran-Nya melalui Simeon.
Marilah teguh akan iman kita kepada-Nya dan jangan malu untuk membawa anak-anak kepada-Nya saat Misa Kudus. Mungkin lebih repot sedikit, tetapi berkat-Nya diberikan lewat Misa. (Aw).
Apakah aku sudah yakin dengan teguh bahwa Yesus-lah keselamatan dari Allah?
No responses yet