Renungan Katolik “Bahasa Kasih”

Sabtu, 30 Agustus 2025

1 Tes 4:9-11

Mzm 98:1,7-9

Mat 25:14-30

Tak Ada Alasan

“Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.” – Mat 25:29

Alkisah seorang anak gadis bernama Cissie yang hidupnya sangat sederhana, bahkan bisa dibilang miskin. Orang tuanya bekerja menjual kue di pasar. Penghasilannya seringkali tidak mencukupi untuk kehidupan keluarga dengan dua anak gadis. Sang ibu selalu mengingatkan kedua anaknya untuk selalu bersyukur dan berterima kasih untuk setiap berkat yang Tuhan beri, meski kadang hanya bisa makan nasi dengan kerupuk. 

Suatu ketika Cissie mendengar nyanyian syukur dari ibunya saat sedang menjemur pakaian dan itu membuatnya tumbuh dengan penuh syukur tanpa mengeluh. 

Ia juga dianugerahi kepandaian dan semangat juang yang tinggi demi bisa menyenangkan dan membantu ekonomi keluarga, ia berhasil diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Sambil kuliah, ia mengajar les gambar untuk mendapatkan uang dengan tanpa kenal lelah. Yang diinginkan hanyalah cepat lulus dan segera bekerja supaya bisa membantu ekonomi keluarga dan bisa merawat kakek-neneknya. 

Kesetiaannya melipatgandakan talenta yang diberikan-Nya. Cissie akhirnya berhasil menjadi seorang dokter yang terkenal, pasiennya banyak dari kalangan artis dan orang penting. Para pembaca mungkin sudah tahu, beliau adalah dokter Cissie Nugraha, dokter yang sangat disayangi oleh pasien- pasiennya karena sangat perhatian dan penuh kasih. Dokter Cissie sendiri bersaksi bahwa apa yang dimilikinya semua berasal dari kemurahan dan kebaikan Tuhan. 

Perikop Injil hari ini mengisahkan perumpamaan tentang talenta. Dengan kondisi keluarga yang begitu sederhana; sama seperti orang yang diberikan satu talenta, dokter Cissie bisa saja mengeluh dan kecewa kepada Tuhan, namun, ia memilih untuk senantiasa bersyukur dan mengembangkan talentanya sehingga berhasil melipatgandakannya ratusan kali. semua karena diawali rasa syukur berapapun yang Tuhan beri. (Yy).

Apakah talenta yang Tuhan beri sudah saya lipatgandakan?

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *