Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Senin, 31 Maret 2025

Yes 65:17-21
Mzm 30:2,4,5-6,11-13
Yoh 4:43-54

Iman vs Tanda

Maka kata Yesus kepadanya: “Jika kamu tidak melihat tanda dan mujizat, kamu tidak percaya.” – Yoh 4:48

Suatu ketika aku mengikuti sebuah acara dimana ada tamu dari Amerika yang memiliki karunia mukjizat penyembuhan dan sabda pengetahuan. Aku ingin sekali mendapatkan suatu tanda sabda pengetahuan untuk memenuhi kerinduanku. Aku merasa ada satu, tapi aku tidak begitu yakin sabda pengetahuan itu benar-benar untukku, karena peserta acara itu ribuan orang. Kemudian akhirnya aku meminta tanda lagi, lagi, dan lagi. Hingga aku “ditegur” oleh satu pertanyaan: “Tanda seperti apa lagi yang kamu minta, mau diberi berapa banyak lagi agar kamu percaya?”

Aku terdiam dan tersadar, bahwa seringkali dalam doaku aku sering meminta tanda dari Tuhan. Dan mungkin banyak dari kita melakukan hal yang sama. Pertanyaannya, mengapa kita melakukannya? Jawabannya adalah karena kita belum melihat perwujudan janji-Nya. Kita belum 100% percaya kepada-Nya. Kita takut salah, gagal, dan kecewa.

Mungkin Dia sudah memberikan banyak tanda dan peneguhan, tapi akulah yang tidak percaya, karena aku tidak melihat perwujudannya, dalam waktu dan dengan cara yang kuharapkan. Aku belajar bahwa percuma kita terus meminta tanda dan peneguhan, jika pada akhirnya kita TIDAK MEMILIH untuk percaya kepada-Nya.

Jangan terus-menerus meminta tanda, namun terlebih mintalah iman, agar kita lebih percaya kepada-Nya, agar dalam badai yang kita alami, kita belajar untuk berjalan dalam iman. Kita tidak bisa membatasi cara kerja Tuhan. Namun kita bisa memilih percaya kepada-Nya bahwa Ia selalu merancang yang terbaik bagi kita. (Ai).

Apakah aku selalu mengharapkan tanda dari Tuhan?

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *