Renungan Katolik “Bahasa Kasih”

Selasa, 31 Maret 2026

Yes 49:1-6 

Mzm 71:1-6,15,17

Yoh 13:21-33,36-38

Kerapuhan Yang Dikasihi

Jawab Yesus: “Nyawamu akan kauberikan bagi-Ku? Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.” – Yoh 13:38

Bagaimana saudara membayangkan Yesus mengucapkan kata-kata dalam ayat tersebut? Apakah dengan suara keras penuh teguran? Atau dengan nada menghakimi? Tidak. Saya percaya Yesus mengatakannya dengan lembut dan penuh kasih pada Petrus. Petrus pun menjawab, “Aku akan memberikan nyawaku bagi-Mu!” dengan cinta yang berkobar namun juga dengan kelemahan manusiawi yang Yesus sudah tahu. 

Kita sangat mirip dengan Petrus. Kita berjanji akan setia, namun ketika cobaan datang, kita ragu, mundur, dan jatuh. Hati ini takut dan rapuh. Dan Yesus tahu itu. Dia tidak terkejut oleh kelemahan kita. Dia melihat kejatuhan kita dan tetap menunggu kita kembali dengan tangan terbuka. “Ah, Petrus…” (bacalah dengan nama saudara). Yesus mengatakannya, bukan dengan nada mencela, melainkan penuh kasih: “Aku tahu hatimu. Aku tahu engkau mengasihi-Ku. Aku juga tahu engkau akan jatuh, tetapi Aku tetap memilih engkau.”

Yesus tidak membuang Petrus, Ia memulihkannya (Yoh 21). Begitu pula kita, ketika berkata, “Tuhan, aku tidak mampu.” Ia menjawab: “Aku tahu. Tapi Aku tetap memilihmu. Rahmat-Ku cukup bagimu.” Di ruang perjamuan malam itu, Yesus tahu segalanya yang akan menimpa diri-Nya: pengkhianatan Yudas, pelarian para murid, juga penyangkalan Petrus. Namun Ia tetap memilih jalan salib. 

Itulah misteri kasih Allah yang tanpa batas: kasih yang tidak bergantung pada kesetiaan dan kekuatan kita. Hari ini, Ia menatap saudara dan saya yang merasa gagal, malu, tidak layak. Dengan suara lembut Ia bertanya: “Anakku, Aku di sini. Maukah engkau mencoba lagi bersama-Ku? Maukah engkau menerima cinta-Ku untukmu?” 

Tuhan Yesus, Engkau mengenal seluruh kelemahan kami, namun tetap mencintai. Ajarlah kami untuk setia bukan dengan kekuatan sendiri, tetapi dengan rahmat-Mu. Ketika kami jatuh, tariklah kembali kepada-Mu. (Ai).

Jangan lepaskan aku dari-Mu, ya Tuhan. Amin.

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *