Hari Minggu kemarin ini, saya menemani anak yang besar ke ulang tahun temannya di ice skating. Saya membawa yang kecil dan ikut bermain ice skate terutama bersama yang kecil. Kami sudah beberapa kali pergi ice skate, namun sebenarnya anak saya yang besar 7 tahun pun masih pelan-pelan sekali berjalan di ice skate, jadi masih saya lihat terus apabila ia terjatuh dan butuh bantuan. Saya juga tidak jago-jago amat, namun oke lah meski kadang-kadang pun terjatuh tapi tidak sering.
Suatu waktu saya berjalan di belakang yang kecil yang menggunakan skater aid, dan sejenak berdiri dan agak berhenti sesuai arah rute ice skate orang-orang lainnya, pandangan saya melayang aktif mencari anak saya di sisi seberang, selagi memegang HP saya setelah beberapa kali mencoba memfoto mereka dan belum memasukannya ke tas pinggang saya lagi. Tiba-tiba, “buuukkk”, saya terpelanting terbaring ke depan dan HP saya meluncur jauhhhh dari tangan saya seakan bola dari ice hockey.
Saya langsung mencoba duduk, merasakan hantaman pada dada saya – bayangan apa yang terjadi tidak jelas di kepala saya. Salah seorang pria di ice skate segera membantu memberikan HP saya ke tangan saya. Salah satu wanita dengan anak kecil di sebelahnya bertanya kepada saya, “Are you okay?” Saya tidak dapat menjawab. Nafas masih terhela-hela dan mulut belum sanggup menjawab.
Setelah beberapa menit duduk di atas es, akhirnya kata-kata itu keluar dari mulut saya, “Yeah, I think so. What happened? It was not very clear in my mind.” Wanita itu menjawab,”My kids wanted to run to me with his ice skating seal and bumped into you.”
Tidak lama terdengar kedua anak saya menghampiri saya, masih di ice skate. Mereka bilang, mereka melihat saya ditubruk dan terjatuh. Saya bilang ke mereka bahwa saya akan duduk sejenak di pinggir dulu.
Puji Tuhan semua baik. Ada sedikit lecet bekas menghantam es di pinggang saya, sebesar kelereng. Ada lecet hampir tidak terlihat di tangan kiri saya. Ada rasa sakit shock terhantam es. That’s all. Puji Tuhan tidak ada luka lainnya.
Puji Tuhan, Ia melindungi saya. Worst thing can happened. Ice skating ring benar-benar ramai di hari Minggu, dan anything else can happen. Saya merasa bersyukur dalam Lindungan Tuhan, seakan berlindung di balik sayapNya. Bukannya selalu tidak kena “hantaman”, tetapi tetap aman ketika mengalaminya.
Psalm 91:1-5 “You who live in the shelter of the Most High, who abide in the shadow of the Almighty, will say to the Lord, “My refuge and my fortress, my God, in whom I trust.” For he will deliver you from the snare of the fowler and from the deadly pestilence; he will cover you with his pinions, and under his wings you will find refuge; his faithfulness is a shield and buckler. You will not fear the terror of the night, or the arrow that flies by day, or the pestilence that stalks in darkness, or the destruction that wastes at noonday.”
(LGA)
No responses yet