Kemarin siang, saat kami sekeluarga sedang berkendara dan masuk ke freeway, lampu ramp yang biasanya mengatur arus kendaraan untuk merging ke freeway sedang menyala. Saat itu kami harus berhenti karena lampu berwarna merah.

Sekitar lima detik kemudian, lampu berubah menjadi hijau. Namun dari samping, ada sebuah mobil yang melaju dengan sangat kencang.

Saat itu anak sulung saya nyeletuk, “Wow, thank God we were stopped by the red light. Otherwise, that car would have rammed us from behind.” Saya pun menjawab, “Yes, we’re blessed that the red light stopped us.”

Sekali lagi dia berkata, “Everything happens for a reason.” Lalu dia mulai bercerita tentang peristiwa 11 September 2001. Ia mengatakan bahwa ia pernah membaca kisah seseorang yang bekerja di World Trade Centre, tetapi harus meninggalkan kantornya untuk menjemput anaknya yang tiba-tiba sakit di sekolah. Saat menerima telepon dari sekolah, orang tersebut sempat mengeluh karena harus meninggalkan pekerjaannya di saat sedang sibuk. Namun setelah mengetahui bahwa sebuah pesawat menabrak gedung tempat ia bekerja, ia pun bersyukur atas telepon dari sekolah anaknya itu.

Dari perkataan anak sulung saya tersebut, saya kembali diingatkan bahwa sering kali kita mengeluh tentang hal-hal yang terjadi dalam hidup kita karena terasa tidak nyaman atau menyulitkan. Padahal, bisa jadi itulah rencana terbaik Tuhan bagi kita. Banyak kali kita sulit menerima ketika sesuatu tidak berjalan sesuai dengan kehendak kita, sehingga kita mengeluh dan memprotes keadaan. Namun pada akhirnya, segala sesuatu yang Tuhan atur sungguh adalah yang terbaik.

Yes 55:8-9 Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman Tuhan. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.
(A.N.T)

Categories:

Tags:

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *