Komunitas kami baru saja merayakan hari jadinya yang ke-25. Saya masih teringat momen itu, saat kita sehati berkumpul untuk memuji dan memuliakan Tuhan, serta berjanji untuk tetap setia melayani-Nya. Namun, yang paling berkesan bagi saya adalah bagaimana rencana Tuhan nyata dalam hidup saya dan komunitas ini.
Dua puluh lima tahun yang lalu, saya datang ke kota Perth sebagai seorang pelajar. Tepat seminggu sebelum keberangkatan, saya mengalami jamahan Tuhan dan meninggalkan kehidupan lama saya. Ketika pertama kali tiba di kota yang sama sekali asing, saya merasa kesepian dan terhilang.
Selama tiga hari pertama, saya terus berdoa, meminta agar Tuhan menjaga iman dan langkah saya. Tanpa saya duga, Dia sudah menyiapkan rencana indah. Keesokan harinya saya mendengar kabar bahwa komunitas Heman Salvation Ministry akan datang ke Perth pada akhir pekan.
Akhir pekan itu, selama dua hari penuh, dahaga saya akan pujian penyembahan dan firman Tuhan dipuaskan. Saya bersukacita, karena Tuhan tidak membiarkan saya sendirian ataupun kering rohani. Saya kembali merasakan sukacita yang sama seperti saat pertama kali mengalami jamahan-Nya.
Sebelas hari kemudian, tepat pada 23 Agustus 2000, enam belas anak muda yang rindu bersekutu berkumpul di rumah salah satu orang tua mereka. Seperti para murid di zaman dahulu, kami memulai dengan pujian dan penyembahan, lalu menutup dengan doa syafaat. Malam itu, komunitas kami lahir dengan nama Turrist Orationist Ministry, yang berarti Menara Doa.
Saya sungguh percaya bahwa rencana Tuhan selalu sempurna dan penyertaan-Nya nyata dalam setiap langkah hidup saya. Dia mengutus saya ke Perth, sama seperti Dia mengutus Abram ke tempat yang baru, dan Dia mencukupi segala sesuatu. Saya selalu mengamini bahwa tidak ada satu pun rencana Tuhan yang gagal dalam hidup saya. Proficiat TOM!
“Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal. (Ayb 42:2) (ANT)

No responses yet