Tanpa kita sadari, banyak dari kita masih hidup dengan bayang-bayang masa lalu. Seperti saya, di penghujung tahun ini saya merasa kalau sepertinya saya belum mencapai sesuatu yang benar-benar meaningful di tahun 2025. Saya masih dibayang-bayangi rasa “kurang pencapaian ini” dan segan untuk mengakhiri tahun 2025 dengan perasaan seperti ini. Mungkin, ada teman-teman mempunyai perasaan yang sama?
Bisa saja ada yang masih terjebak pada kegagalan, sulit move on dari luka, atau yang terlalu nyaman dengan pencapaian yang sudah lalu. Semua itu membuat kita tanpa sadar berhenti melangkah, karena fokus kita bukan lagi ke depan, tapi ke belakang.
Melalui Yesaya 43:18–19, Tuhan mengingatkan kita dengan sangat jelas: firman-Nya: “Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala! Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara.“
Tuhan tahu, kalau kita terus terpaku pada masa lalu, kita akan sulit melihat apa yang sedang Ia kerjakan sekarang. Bukan berarti masa lalu tidak penting. Masa lalu tetap berharga sebagai pelajaran – tetapi, Tuhan tidak ingin kita hidup di sana.
Tuhan berkata bahwa Ia sedang membuat sesuatu yang baru, bahkan “yang sekarang sudah tumbuh”. Artinya, karya Tuhan mungkin sudah dimulai, tapi sering kali kita tidak menyadarinya karena hati dan pikiran kita masih sibuk dengan hal-hal lama. Kita terlalu fokus pada apa yang gagal, apa yang menyakitkan, atau apa yang tidak sesuai harapan.
Yang menarik, Tuhan juga berjanji membuat jalan di padang gurun dan sungai di padang belantara. Ini gambaran bahwa Tuhan sanggup membuka jalan di situasi yang terasa kering, sulit, dan tidak masuk akal. Ketika kita merasa buntu, Tuhan justru sedang bekerja dengan cara-Nya sendiri.
Renungan ini mengajak kita untuk berani melepaskan masa lalu dan percaya penuh kepada Tuhan. Lepaskan rasa bersalah, kekecewaan, dan ketakutan. Mari belajar melihat ke depan dengan iman, karena Tuhan yang setia di masa lalu adalah Tuhan yang sama yang sedang menyiapkan hal-hal baru dalam hidup kita hari ini dan seterusnya. Happy New Year 2026! (ANT)

No responses yet