Sebagai koordinator O2, salah satu tanggung jawab saya adalah menentukan tema dan pembicara. Di O2 Januari dan Februari, saya merasakan semuanya berjalan cukup lancar. Tema terasa jelas, pembicara tersedia, dan prosesnya seperti dibukakan jalan. Saya melihat bagaimana Tuhan memimpin dengan sangat nyata.
Namun saat mulai mempersiapkan O2 Maret, situasinya berbeda. Tidak ada gambaran yang jelas. Saya berdoa seperti biasa, tapi belum mendapat arah. Jujur, saya mulai bertanya-tanya harus mulai dari mana.
Perlahan tema mulai terbuka, tapi pergumulan berikutnya adalah pembicara. Saya berharap bisa menghadirkan seorang romo karena sudah cukup lama O2 tidak diisi pembicara romo. Saya mulai menghubungi satu per satu. Lima romo yang saya hubungi tidak bisa. Romo keenam sempat bersedia dan kami bahkan sudah berbincang, tapi kemudian beliau membatalkan karena komitmen lain.
Di situ saya mulai merasa buntu. Saya lalu meminta dukungan doa dari Koordinator Doa. Dari proses doa itu, kami sehati bahwa pembicara yang diundang adalah awam eksternal, bukan romo.
Masalahnya, saya tidak punya banyak koneksi, dan belum ada nama yang muncul juga dalam doa pribadi. Waktu semakin mepet, bahkan sudah mendekati publikasi poster. Saya sempat berpikir untuk mengosongkan saja nama pembicara daripada memaksakan.
Tapi justru di situ saya melihat bagaimana Tuhan bekerja lewat doa komunitas. Salah seorang pendoa menyarankan untuk mencoba menghubungi dari LOJF melalui seorang sahabat. Entah kenapa, waktu itu dorongan hati saya terasa berbeda. Sayapun langsung mencoba.
Puji Tuhan, dari situ saya akhirnya mendapatkan pembicara dua hari sebelum poster dipublikasikan. Saya sempat ngobrol dengan pembicara tersebut dan semakin diteguhkan bahwa inilah pembicara yang Tuhan kehendaki untuk menjadi berkat bagi kami semua.
Pengalaman ini sederhana, tapi sangat menguatkan saya. Tuhan tidak selalu memberi jawaban cepat, tapi Dia tidak pernah terlambat. Dia tahu kapan waktu yang tepat. Saya belajar bahwa tugas saya bukan mengontrol semua hasil, tapi setia berusaha, terus berdoa, dan percaya. Ketika Tuhan yang membuka jalan, Dia juga yang akan mencukupkan pada waktuNya,
“Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorang pun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku.” (Wahyu 3:8b) (IVO)
No responses yet