Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Minggu, 19 April 2026
Hari Minggu Paskah III
Kis 2:14,22-33
Mzm 16:1-2,5,7-11
1 Ptr 1:17-21
Luk 24:13-35
Ekaristi Sumber Kekuatanku
Ketika itu terbukalah mata mereka dan merekapun mengenal Dia, tetapi Ia lenyap dari tengah-tengah mereka. – Luk 24:31
Hadir dalam Perayaan Ekaristi apakah sebagai bentuk kewajiban atau kebutuhan? Keperluan mengikuti Misa hanya untuk mengisi absensi ataukah suatu kerinduan? Keterpaksaan atau kehendak diri yang mendalam akan kehadiranan Yesus? Sadarkah saya bahwa Ekaristi adalah jantung dari Iman Katolik?
Ekaristi adalah sumber dan puncak seluruh kehidupan Kristiani (KGK 1324). Untuk itu, saya perlu mempersiapkan hati, pikiran sepenuhnya yang tertuju pada Yesus. sadar bahwa saya diundang secara spesial oleh Yesus untuk bertemu muka dengan muka dengan-Nya dalam Ekaristi. Hadir dalam Ekaristi sebagai wujud syukur dan terima kasih atas penyertaan Tuhan di dalam kehidupanku, baik dalam suka maupun duka, keberhasilan maupun kegagalan, sehat ataupun sakit. Dalam Ekaristi saya menyatukan diri dengan Yesus sebagai yang utama dan terutama dalam hidup, sehingga saya benar-benar merasakan Yesus sungguh hadir dalam Hosti Kudus yang kuterima.
Memang masalah yang dihadapi tetap ada, tidak secara instan selesai, tetapi saya mendapatkan kekuatan baru untuk menghadapinya, karena mendapatkan rahmat kesabaran dari-Nya untuk menjalaninya. Lewat Ekaristi, mata rohaniku terbuka melihat kehadiran Tuhan. Telinga batin mampu mendengar sapaan-Nya sehingga saya dapat melewati kebingungan dan kebimbangan dalam hidup dengan sukacita dan syukur. Hal ini membuatku rindu untuk senantiasa hadir dalam Ekaristi yang menjadi sumber kekuatan.
“Semakin banyak kita menerima Ekaristi, semakin kita akan menjadi seperti Yesus, sehingga di bumi ini kita akan merasakan Surga.” -St. Carlo Acutis- (TL).
Sudahkah Ekaristi menjadi sumber kekuatan bagiku yang mempersatukan diriku dengan Yesus?
No responses yet