Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Senin, 20 April 2026
Kis 6:8-15
Mzm 119:23-24,26-27,29-30
Yoh 6:22-29
Percaya
Jawab Yesus kepada mereka: “Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah.” – Yoh 6:29
Apakah kita percaya dengan Dia yang diutus Allah? Seberapa yakin kita percaya kepada-Nya?
Beberapa waktu yang lalu di sebuah acara kelompok pembinaan iman, ada sebuah diskusi yang lumayan alot. Salah satu pertanyaannya adalah, “Ketika orang yang kamu kasihi sedang diancam akan dibunuh jika kamu mengakui Yesus, apakah kamu akan menyangkal Yesus?” Hampir semua menjawab bahwa jika yang diancam adalah orang yang sangat kita kasihi, maka kecenderungan kita adalah berusaha keras untuk menyelamatkan mereka, sekalipun harus dengan menyangkal Yesus.
Pada awalnya, saya dengan yakin mengatakan bahwa jika saat itu yang diancam akan dibunuh adalah anak saya, saya tidak akan menyangkal Yesus. Betapa sombongnya saya. Padahal saya tidak pernah berada dalam posisi itu. Sampai seorang senior berkata, “Kalau kamu percaya pada Yesus, mengapa kamu tidak bisa percaya bahwa Yesus akan memberikan jalan keluar lain bagimu?” Saya begitu kaget dengan perkataannya, menyadari bahwa ia benar. Mengapa saya tidak berdoa agar Tuhan Yesus menyelamatkan anak saya? Jika Yesus berkehendak agar anak saya selamat, maka ia akan selamat.
Itu hanyalah contoh cerita ekstrim yang bisa saja terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Seperti ketika suami saya diberhentikan dari kantor, bisa saja saya berpasrah akan masa depan kami. Tetapi daripada berpasrah, saya memilih berserah kepada Yesus, tetap berdoa, tetap meminta, tetap beriman bahwa Ia akan menyediakan segala yang terbaik bagi saya dan keluarga. Dan ternyata Ia menyatakan kebaikan-Nya pada saya.
Namun dari mana kita tahu bagaimana respon yang benar terhadap rencana Yesus dalam hidup kita? Yaitu dengan percaya sambil membaca dan merenungkan Kitab Suci, karena dari situlah sumber kepercayaan kita kepada Yesus. Scio cui credi – Aku tahu kepada siapa aku telah percaya (2Tim 1:12). (PL).
Sudahkah aku rajin membaca Kitab Suci sebagai landasan kepercayaanku?
No responses yet