Beberapa hari ini saya mendapat tugas malam untuk bridge watch. Setiap kali matahari terbenam, saya bisa melihat betapa indahnya ciptaan Tuhan, yaitu alam semesta ini. Bagaimana Dia menciptakan seluruh bumi dan jagad raya seperti sebuah karya seni yang begitu luar biasa indah.

Setiap kali saya menyaksikan proses terbenamnya matahari, tidak pernah sekalipun saya merasa bosan. Sebaliknya, saya justru semakin terpukau. Bukan hanya karena keindahan proses tersebut, tetapi juga karena betapa luar biasanya sinar matahari yang tetap mampu memberikan cahaya terang, meskipun tertutup awan yang gelap. Tuhan memberikan matahari kemampuan untuk terus bersinar, menerangi apa pun yang ada di depan maupun di sekitarnya.

Momen ini mengingatkan saya bahwa Tuhan juga ingin kita terus bersinar. Dia rindu kita memancarkan kemuliaan-Nya. Seperti matahari yang tetap bersinar walaupun awan gelap berusaha menutupinya, demikian pula kita dipanggil untuk tetap membawa terang bagi sekitar kita. Dalam keadaan apa pun yang kita alami saat ini, kita dapat menjadi terang-Nya bagi orang-orang di sekitar kita, karena Dia telah memberikan kita kemampuan untuk terus bersinar bagi-Nya.

Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan Tuhan terbit atasmu. Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang Tuhan terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu. (Yes 60:1-2)
(ANT)

Categories:

Tags:

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *