Masih melanjutkan cerita saya dari renungan minggu lalu (yang belum sempat baca, silakan scroll ke atas dulu ya :)), setiap perubahan besar pasti membawa makna tersendiri bagi setiap insan.

Ketika saya pertama kali mengikuti program makan ini lima tahun lalu yang lalu, saya merelakan 15 kg berat badan saya pergi dari kehidupan saya. Sejak Januari tahun ini, saya merelakan 8 kg saya pergi, dan terus berjuang mempertahankan tubuh yang sudah jauh lebih enakan ini sekarang. Bukan cuman dalam ukuran kg, visceral fat saya sudah kembali turun dari 6 ke 3, dan body age saya berubah dari 37 ke 32, lebih muda dari umur saya sekarang. Sekeluarga kami sangat hati-hati sekarang dengan angka visceral fat, karena dulu meski almarhum papa badannya cenderung kurus, namun keluarga kami banyak yang penyumbatan jantung. Visceral fat inilah yang merupakan faktor utama yang menyebabkan penyumbatan jantung karena mengakibatkan lemak ada di dalam darah, menaikkan tingkat kolesterol, dan merusak/menyumbat jantung.

Ada tiga hal utama yang selama retreat makan kali ini semakin saya renungkan dan resapi

  1. Tubuh kita itu luar biasa
    Dari kecil, saya punya label yang saya bawa dari kecil, bahwa saya itu badannya lebih menul-menul. Kata mama, karena dulu pas hamil saya sering minum susu. Tulang saya lebih besar, makanya jadi selalu lebih gendut dibanding cici saya. Dari dulu kebanyakan dia bisa meminjam baju saya, meski dia hampir enam tahun lebih tua dari saya. Namun, saya tidak pernah bisa meminjam bajunya.

Setelah punya anak kedua, saya sudah pasrah karena berat badan tidak bisa kembali normal, beda seperti ketika dulu sehabis punya anak pertama. Saya tidak menyangka dengan hanya mengubah dan menyadari cara makan, sekarang ukuran tubuh saya bisa berubah, bahkan ukuran baju saya dan suami saya lebih kecil dari sebelum kami menikah. Ada satu hal sederhana yang kami syukuri, karena sekarang ukuran baju suami saya lebih kecil, ia bisa memakai baju yang bagus dan dikenang dari almarhum papa saya.

Kami belajar kalau tubuh kami ternyata luar biasa, bisa berubah dengan natural dengan hanya mengubah cara makan beberapa bulan saja.

  1. Kita mampu untuk berubah
    Melalui program ini, kami bertemu dengan berbagai macam cerita dari beragam latar belakang. Ada yang masih muda, ada juga yang sudah oma-oma. Namun ternyata, mereka semua bisa mengalami perubahan yang serupa.

Ada yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga, ada yang sutradara film layar lebar, ada juga yang berprofesi sebagai pembuat bento, yang kerjaan sehari-harinya memasak. Namun, mereka semua bisa berubah.

Ada mitos kalau semakin tua semakin sulit berubah. Ternyata, banyak cerita yang membuktikan bahwa tidak sepenuhnya demikian, melalui apa yang saya alami sekarang.

  1. Belajar memilah dan memilih yang baik
    Masa Paskah belum lama berlalu, namun semangat masa pantang dan puasa dan Paskah adalah belajar memilah dan memilih apa yang baik, dan meninggalkan apa yang kurang baik. Salah satu khotbah dari Mike Smith yang saya dengarkan juga mengonfirmasi bahwa sebenarnya, semangat masa Paskah untuk berubah selama empat puluh hari adalah supaya perubahan itu diadopsi menjadi kebiasaan.

Merenungkan tiga hal utama di atas, saya merasa sangat bersyukur karena perubahan yang saya alami sepertinya sangat sejalan dengan Firman Tuhan. Entah mengenai hal makan atau hal kebiasaan hidup lainnya, kita selalu diajak untuk sekali lagi memilah dan memilih yang baik, meninggalkan kebiasaan yang kurang baik, dan menyadari kasih karunia Tuhan yang luar biasa.

1 Cor 10:31So whether you eat or drink or whatever you do, do it all for the glory of God.

(LGA)

Categories:

Tags:

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *