Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Sabtu, 9 Mei 2026
Kis 16:1-10
Mzm 100:1-3,5
Yoh 15:18-21
Benci lalu Cinta?
“Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu. – Yoh 15:18
Kutipan ayat Injil hari ini merupakan sebuah pengandaian sekaligus pengingat dan peneguhan dari Yesus kepada kita semua selaku pengikut-Nya. Kerap kita baca atau nonton maupun mendengar berita tentang bagaimana umat Tuhan di berbagai belahan dunia menerima tekanan, intimidasi, tindakan kekerasan, bahkan sampai pembunuhan.
Tak cuma di negara lain, bahkan di dalam negeri pun sering kita dengar berita tentang saudara-saudari kita sesama umat Kristiani yang menerima berbagai bentuk ujaran ataupun tindakan kebencian. Misalnya saja dalam kasus pelarangan ibadah ataupun penolakan pembangunan gedung gereja. Dan mungkin ada di antara sahabat Bahasa Kasih yang pernah mengalami kejadian pahit ini. Bagi saya, bacaan Injil hari ini justru seharusnya bisa memberikan kekuatan kepada kita. Kita percaya bahwa Tuhan pasti setia mendampingi di saat kita mengalami masalah.
Saya teringat sebuah pengalaman beberapa tahun lalu. Umat paroki kami di daerah Bantul Yogyakarta pernah mengadakan kegiatan bakti sosial, tapi mendadak muncul demo dan penolakan dari ormas keagamaan tertentu. Umat dan panitia di gereja kami memilih sabar dan mengalah sehingga acara bakti sosial urung digelar sampai rampung.
Kita sebagai umat Katolik tak perlu larut dalam ketakutan di tengah berbagai tekanan dan kebencian. Kita berharap dan berdoa agar mereka yang membenci pada akhirnya secara sadar atau tidak malah justru menuruti firman Tuhan, Dari benci menjadi suka dan cinta seperti lirik sebuah lagu tembang kenangan yang dirilis tahun 1980-an, di dalam lagu tersebut ada sebuah lirik berupa akronim dari kata “Benci”. Benci = Benar-benar Cinta. (BS).
Semoga dengan tuntunan dan kuasa Roh Kudus, memampukan kita dapat tetap setia beriman dan mewartakan firman Tuhan serta ajaran cinta kasih meskipun dibenci dan dianiaya.
No responses yet