Renungan Katolik “Bahasa Kasih”

Rabu, 27 Mei 2026

1 Ptr 1:18-25 

Mzm 147:12-15,19-20

Mrk 10:32-45

Upah Mengikuti Yesus

Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang. – Mrk 10:45

Pernahkan anda mendapatkan barang yang sama sekali berbeda dari yang diminta? Atau mungkin mendapatkan tugas yang tidak sesuai harapan anda? 

Injil hari ini menampilkan berbagai macam perasaan: keberanian Yesus menghadapi penderitaan-Nya di Yerusalem, kecemasan dan ketakutan para murid ketika mengikuti Yesus dari belakang, keinginan anak-anak Zebedeus akan jabatan saat Yesus “memerintah”, dan kemarahan sesama para murid mengenai perdebatan kekuasaan. Antara kehendak Ilahi dan manusiawi yang sangat bertolak belakang.

Pernah suatu ketika, saya ditunjuk menjadi ketua reuni angkatan, bukannya senang tetapi hati ini menjadi penuh dengan kecemasan. So pasti cemas, karena dulu saya bukan tipe siswa yang ‘gaul’, bahkan cenderung pendiam dan lurus-lurus saja (agak nyesel sih, tak banyak kenangan yang tersisa). Saya berharap bisa mendapatkan tim pelaksana yang dapat mewujudkan kegiatan itu dengan sebaik mungkin. 

Tentu saja saya minta kepada Tuhan agar semuanya segera beres, teman-teman dalam tim mendukung semua, teman-teman seangkatan juga antusias ingin hadir. Tapi ternyata tak semudah itu, coy! Saya belajar untuk membuat rekan dalam tim bisa saling mendukung. Kami belajar untuk mendengarkan masukan teman-teman lintas angkatan, yang bahkan mungkin dulu belum pernah ngobrol meskipun kami berada di satu sekolah. Kami memberikan waktu untuk menghubungi kembali teman-teman yang sudah lama tidak terhubung dan juga berdinamika dengan berbagai pihak untuk acara reuni. 

Saya bersyukur, pada akhirnya acara reuni dapat terselenggara dengan baik, berkat kasih-Nya yang berlimpah. Meskipun tidak semua teman-teman bisa hadir, namun dukungan dan kerinduan bertemu itu sungguh nyata dan membuat kami saling terhubung kembali. Itulah upah yang sudah disediakan-Nya, bukan jabatan atau kuasa semata. (TS).

Ya Tuhan, apakah keinginanku sudah selaras dengan kehendak-Mu?

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *