Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Kamis, 4 Juni 2026
2 Tim 2:8-15
Mzm 25:4-5,8-9,10,14
Mrk 12:28b-34
Mengasihi Allah
Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan .- Mrk 12:33
Injil hari ini menunjukkan kuasa Allah dalam diri Yesus yang sanggup menjawab dengan tepat atas segala pertanyaan para ahli Taurat tentang hukum yang utama.
Bagaimana kita bisa mengasihi Allah? Manusia perlu menyadari bahwa kasih kepada Allah itu adalah buah Roh yang diberikan Allah kepada putra-putriNya (Rm.8:15,22). Mengasihi Allah dengan segenap hati yaitu lebih daripada kita mengasihi orang- orang yang paling kita cintai. Kita merindukan Allah dan melupakan diri supaya dalam segala sesuatu kita mencari apa yang Ia inginkan dari kita.
Mengasihi Allah dengan segenap pengertian dan kekuatan berarti melihat kehidupan kita dan mengertilah betapa Ia telah menuntun kita melalui berbagai peristiwa dan kejadian sehari-hari. Hanya dengan berdoa dan membaca Kitab Suci secara teratur kita dapat mengenal Allah lebih baik dalam segala kelemahan kita. Seringkali kita jatuh dalam kesombongan diri dan tenggelam dalam kesenangan duniawi.
Perintah mengasihi sesama tidak bisa dilakukan tanpa kasih kepada Allah. Kita harus memberikan kepada sesama apa yang ingin diberikan Bapa kepada mereka. Di antara banyak hal baik yang bisa kita lakukan bagi sesama, kita harus memilih hal-hal yang diperintahkan Roh Kudus.
Marilah dengan kesungguhan hati kita mendaraskan doa Cinta ini (Madah Bakti no.10): “Tuhan, adalah segala cinta, aku mencintai Engkau lebih dari segala sesuatu dan dengan segenap hati, sebab Engkau Maha Baik dan pantas dicintai. Karena cinta akan Dikau, maka aku pun cinta akan semua orang, sebagaimana aku cinta akan diriku sendiri. Tuhan, tambahlah selalu cintaku.”(TS).
Apakah kita sudah mengasihi Allah dan sesama?
No responses yet