Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Jumat, 5 Juni 2026
Pw St. Bonifasius
2 Tim 3:10-17
Mzm.119:157,160,161,165,166,168
Mrk 12:35-37
Berproses
Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. – 2 Tim 3:16
Mengapa Alkitab tidak turun dari surga?, dan mengapa bukan Tuhan yang menulis dengan tangan-Nya untuk menyatakan kehedak-Nya? Karena Tuhan suka dengan proses. Ia ingin kita melakukannya step by step seperti cerita dalam scriptyang tidak langsung happy ending, karena banyak mengalami hambatan dan tantangan.
Tahun 2025 kemarin, Tuhan ijinkan kami mengalami banyak tantangan. Menghadapi tesis kuliah, ujian PPG suami (sertifikasi guru), gagalnya suami untuk naik jabatan (padahal segala proses telah matang), dan operasi usus buntu yang dijalani oleh suami yang berakibat pada komplikasi dan peradangan hebat pasca operasi. Namun dalam tantangan tersebut, Ia memberi kelulusan pada pendidikan magister dan PPG suami saya. Tuhan tidak mengijinkan suami saya untuk naik jabatan karena ia harus menyelesaikan operasi usus buntu yang ternyata ditangani oleh orang tua muridnya sendiri. Bayangkan jika waktu itu ia sudah dipindahtugaskan ke tempat yang baru dan misalnya usus buntunya pecah ditengah jalan, tentu kami akan merasa sangat kebingungan.
Saya menyadari bahwa setiap orang yang ingin hidup didalam Kristus harus melewati proses, entah itu aniaya yang terkadang berupa pergunjingan, cemoohan. Oleh hal itu, maukah kita menerima ‘aniaya’ tersebut dengan sukacita karena kita tahu siapa yang kita layani? Kita adalah kepunyaan-Nya, pasti akan Ia bela.
Apapun hambatan yang kita rasakan sekarang, percayalah Tuhan Yesus punya jalan keluar atas setiap permasalahan kita. Ia tidak pernah memberi cobaan melebihi kekuatan kita. Karena semua beban berat itu telah ditanggungkan-Nya diatas kayu salib. Dan mari kita sebarkan sukacita Kristus kepada orang lain supaya mereka yang belum mengenal Kristus dapat mengenal dan menerima Yesus dalam hatinya. (MF).
Maukah saya menyerahkan hambatan saya kepada Kristus?
No responses yet