Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Jumat, 31 Juli 2026
Pw St. Ignasius dr Loyola
Yer 26:1-9
Mzm 69:5,8-10,14
Mat 13:54-58
Penilaian Yang Salah
Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka : “Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri dan di rumahnya. – Mat 13 : 57
Injil hari ini menceritakan penduduk Nazaret yang kecewa karena Yesus yang melakukan berbagai mujizat di luar Nazaret ternyata orang yang mereka kenal sejak kecil. Yesus bukan berasal dari kalangan terhormat. Ia hanya anak seorang tukang kayu, tetangga mereka.
Pernahkah saudara merasa kecewa?
Kekecewaan dapat terjadi karena kenyataan tidak sesuai dengan harapan. Hal itu terjadi ketika kita menaruh ekspektasi yang terlalu tinggi, janji yang tidak ditepati, dikhianati oleh seseorang dan terlalu berharap besar kepada manusia.
Saya juga pernah kecewa. Pada hari menjelang Imlek tahun lalu, saya diberi angpao oleh atasan saya. Saya senang sekali. Bertahun- tahun bekerja bersamanya, baru tahun lalu diberi angpao. Tahun ini saya berharap mendapatkannya juga. Dan betapa kecewanya saya karena ternyata tahun ini saya tidak memperolehnya. Kalau dipikir-pikir, itu hak atasan saya bukan? Uangnya kan milik dia pribadi. Mau diberikan ke saya atau tidak, itu adalah haknya secara penuh. Bukan kewajiban dia memberikan angpao kepada saya setiap menjelang Tahun Baru Imlek.
Penolakan jangan dijadikan alasan untuk kita menyerah. Kita harus terus berkarya sekalipun ditolak. Jangan kita kalah dengan situasi! Sebaliknya, kita harus menang dengan cara menunjukkan kualitas kita.
Meski tidak mudah, tapi mari kita berusaha untuk selalu diposisi pejuang kemenangan di dalam Tuhan. (Yo).
Apakah saya masih menilai seseorang berdasarkan status sosial atau penampilan luarnya saja?
No responses yet