Musim dingin adalah musim ketika hujan lebih sering turun. Di Australia, hujan memang bisa turun dengan sangat deras, tetapi biasanya tidak berlangsung lama. Meskipun deras, sering kali hujan hanya berlangsung satu atau dua menit. Namun, yang paling menyebalkan adalah ketika hujan turun disertai angin kencang.

Minggu lalu, saya mengantar anak saya yang kedua dan keempat untuk mengikuti pertandingan sepak bola mereka. Kebetulan, pertandingan keduanya diadakan di lapangan yang sama. Jadi, sejak pagi hingga menjelang tengah hari, saya berada di lapangan sepak bola.

Saat pertandingan pertama baru berjalan sekitar dua menit, hujan turun dengan sangat deras disertai angin yang kencang. Hujan turun, lalu berhenti, kemudian turun lagi beberapa kali. Ketika hujan dan angin semakin kuat, saya melihat orang-orang di sekitar saya mulai membuka payung mereka. Namun, karena anginnya begitu kencang di lapangan yang terbuka, beberapa payung terbalik tertiup angin. Payung yang mereka harapkan dapat melindungi dari hujan justru menjadi masalah karena tidak lagi dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

Melihat kejadian itu, saya merasa Tuhan mengingatkan saya tentang iman kita ketika menghadapi badai kehidupan maupun berbagai godaan dunia ini. Seberapa kuat iman kita ketika badai datang? Apakah kita tetap teguh dan terus mengandalkan Tuhan, atau justru mulai goyah?

Saya pun teringat pada lagu “Kau Memegang Hidupku” yang dinyanyikan oleh Yan Josua. Pada bagian reff, lagu itu berkata:

Tuhan, aku percaya Kau memegang hidupku. Semua yang terbaik t’lah Kau sediakan untukku. Tak pernah kuragukan kuasa-Mu, Tuhan, kar’na Engkau Tuhan yang berdaulat atas hidupku.

Lagu ini mengingatkan kita bahwa iman bukan hanya tentang tetap percaya ketika semuanya berjalan baik, tetapi juga tetap percaya ketika doa belum terjawab dan badai kehidupan masih berlangsung. Sama seperti payung yang dapat gagal melindungi ketika diterpa angin kencang, banyak hal yang kita andalkan di dunia ini bisa mengecewakan. Namun, Tuhan tidak pernah berubah. Dia tetap memegang hidup kita dan tetap berdaulat atas setiap keadaan.

Amsal 3:5–6 “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.” (ANT)

Categories:

Tags:

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *