Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Sabtu, 19 September 2026
1 Kor 15:35-37,42-49
Mzm 56:10-14
Luk 8:4-15
Jangan Hanya Menerima
Yang jatuh di tanah yang baik itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan.” – Luk 8:15
Banyak di antara kita yang hidup dalam kebahagiaan atas kasih, berkat, serta anugerah yang Ia berikan. Namun, terkadang kita lupa bahwa keberadaan kita di dunia ini bukan hanya untuk menerima semua pemberian-Nya, tetapi juga harus mengolah, menghidupinya, dan menghasilkan buah yang tetap. Jadi, setelah menerima, tugas kita adalah memberikan kontribusi positif dalam karya-Nya di dunia. Namun fokus utama manusia biasanya terletak pada “ego” sehingga memiliki kecenderungan untuk memikirkan diri sendiri, terutama hal-hal yang menguntungkan. Tentu saja hal itu menyebabkan kita menyimpang dari visi misi-Nya atas hidup kita.
Apa jadinya jika kita hanya menerima saja tanpa memberi?
Coba bayangkan jika keberadaan kita ibarat sebuah gelas kosong dan semua pemberian-Nya diibaratkan dengan air. Apa yang terjadi jika air terus dituangkan dalam gelas tanpa dibagi ke gelas kosong yang lain? Maka gelas tersebut akan menjadi penuh dan lama-lama air yang ada didalamnya akan meluber keluar dengan sia-sia.
Tetapi bagaimana jika air dalam gelas itu juga dituangkan ke gelas kosong lain? Mungkin sejenak akan terlihat bahwa isi gelas itu akan berkurang (seoalah kita menjadi rugi). Namun sebenarnya tidaklah demikian; dengan berbagi, kita selalu mendapat berkat yang baru dari-Nya, karena Ia akan terus mengisi kembali gelas yang airnya sudah dibagikan itu. Dan kita pun akan mengalami kebahagiaan karena bisa berbagi berkat pada sesama. Hidup kita pun akan menjadi lebih berarti bagi orang lain. Air yang kita berikan tak tumpah dengan sia-sia, karena menjadi berkat dan membawa kebahagiaan bagi orang lain yang menerimanya.
Jadi, jika sudah menerima pengetahuan tersebut, masihkah kita hanya mewarnai hidup ini dengan menerima? (Cr).
Tuhan, terima kasih, karena Engkau mengijinkan aku untuk turut serta berkontribusi dalam karya-Mu di dunia, melalui berkat/talenta yang sudah Kau anugerahkan dan percayakan kepadaku.
No responses yet