Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Minggu, 20 September 2026
Hari MInggu Biasa XXV
Yes 55:6-9
Mzm 145:2-3,8-9,17-18
Flp 1:20c-24,27a
Mat 20:1-16a
Terserah Tuhan
Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati? – Mat 20:15
Jika kita mau coba merenungkan, sebenarnya kita seringkali bertindak semena-mena, terutama pada Tuhan. Kita bersikap seperti seorang atasan yang memberikan perintah pada bawahannya, yang harus dilakukan sesuai dengan apa yang diminta, saat itu juga, tanpa alasan apa pun. Padahal jika kita ada diposisi itu, kemungkinan besar kita juga tidak akan mau, meski mungkin saat itu kita adalah seorang bawahan. Jika kita yang bawahan saja tidak mau diperlakukan seperti itu, bagaimana bisa kita memperlakukan-Nya demikian, yang kedudukannya jauh lebih tinggi dari kita? Bukankah itu artinya kita bersikap kurang ajar dan tak tahu terima kasih?
Kita harus ingat bahwa apa yang kita miliki saat ini adalah pemberian-Nya. Kesehatan, pekerjaan, pelayanan, bakat/talenta, keluarga, pasangan, perlindungan, pengampunan, dan masih banyak lagi berkat lainnya; semua itu diberikan secara cuma-cuma karena kemurahan kasih-Nya. Jadi tak seharusnya menuntut-Nya melakukan apa yang kita mau.
Begitu juga orang-orang upahan di kebun anggur dalam bacaan Injil hari ini, yang menuntut lebih dari kesepakatan awal pada pemilik kebun. Bukankah pemilik kebun sudah sangat bermurah hati dengan memberikan pekerjaan dan upah sesuai dengan kesepakatan? Tetapi mengapa mereka masih menuntut lebih dari apa yang telah disepakati?
Dalam kehidupan, Tuhan juga sangat bermurah hati pada kita yang acap menyakiti, bahkan mengabaikan-Nya. Namun Ia tetap bersikap penuh kasih pada kita yang seharusnya tak layak untuk menerimanya.
Tuhan, terima kasih atas semua kebaikan dan kemurahan kasih-Mu yang tak pernah habis dalam hidupku. Ampuni aku yang bersikap tak pantas, melakukan apa yang bukan wewenangku, menuntut-Mu memberikan apa yang aku mau.
Berkaryalah atasku seturut kehendak-Mu. Berkatilah kami, agar menjadi pribadi yang tahu diri dihadapan-Mu, Engkau yang sudah mencukupkan segala apa yang kami butuhkan. (Cr).
Tuhan, ini aku hamba-Mu, ku persembahkan egoku kepada-Mu.
No responses yet