Renungan Katolik “Bahasa Kasih”

Minggu, 27 September 2026

Hari Minggu Biasa XXVI

Yeh 18:25-28

Mzm 25:4-9

Flp 2:1-11

Mat 21:28-32

Allah Mengasihi Kita

Dan anak itu menjawab: Aku tidak mau. Tetapi kemudian ia menyesal lalu pergi juga. – Mat 21:30

Seberapa besar kasih Allah kepada kita? Sebesar ketika Yesus merentangkan kedua tangan-Nya lalu mati di atas kayu salib. Para Pembaca yang terkasih, Allah sangat mencintai kita. Ini kebenaran yang mutlak sama seperti sebuah apel ditambah lagi sebuah apel maka menjadi dua buah apel.

Kita percaya atau tidak percaya, Allah tetap mencintai kita.Tetapi kalau Allah mencintai kita, kenapa kita dilarang berbuat dosa? Kenapa ada neraka? Kenapa ada kejahatan? Kenapa ada ketidakadilan?

Saya memiliki hewan peliharaan di rumah, seekor anjing yang sangat lucu dan juga menuntut perhatian. Yang paling menyebalkan adalah ketika hari hujan dan dia berlarian di kebun kecil sehingga tubuhnya basah dan bulunya kotor karena lumpur. Jika sudah begitu, saya pun mau tak mau segera mengambilnya, mencuci kaki kotornya dan mengeringkan bulunya yang basah, sehingga saya bisa mengajaknya kembali bermain di dalam rumah. Demikianlah Allah juga akan mencuci kotoran-kotoran (dosa) dalam diri kita agar kita dapat kembali bersama-Nya. 

Manusia memiliki kehendak bebas yang bisa dipakai untuk melakukan apa pun yang dia kehendaki. Namun sering kali kehendak bebas itu dipakai untuk hal-hal yang jahat, seperti melawan orang tua atau menindas orang lain, manipulasi untuk keuntungan diri dan sebagainya.

Dengan sikap buruk yang kita lakukan tersebut apakah Allah membenci kita? Tidak! Yang Allah benci adalah tindakan atau dosa kita, bukan pribadi kita. Tetapi pertanyaan selanjutnya adalah setelah semua yang sudah kita perbuat, apakah kita mau kembali kepada Allah? Akankah kita memiliki keberanian untuk mengakui semua masalah dan kekeliruan yang telah kita ambil di hadapan Allah? 

Itulah tantangan bagi kita semua, ambil sikap jujur dan kembali kepada-Nya. (An).

Datanglah ke ruang pengakuan dan mintalah absolusi atas tindakan yang kita lakukan karena menolak kasih-Nya.

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *