Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Selasa, 20 Oktober 2026
Ef 2:12-22
Mzm 85:9-14
Luk 12:35-38
Hargailah Waktu
Dan apabila ia datang pada tengah malam atau pada dinihari dan mendapati mereka berlaku demikian, maka berbahagialah mereka. – Luk 12:38
Kita hidup di dunia ini, telah disediakan Tuhan setiap hari selama 24 jam dan waktu terus berjalan, tak mungkin berbalik dan terulang lagi. Secara teori, harusnya kita memanfaatkan waktu sebaik-baiknya dan tak menyia- nyiakan momen yang berharga, namun apakah kita sudah menghargai waktu yang Tuhan beri?
Permenungan hari ini mengingatkanku akan perjalanan hidup yang sudah 50 tahun ini. Apakah sudah menjadi berkat atau sering menjadi batu sandungan bagi orang sekitarku? Apakah saya telah menginvestasikan waktu untuk menyenangkan hati Tuhan atau diri sendiri?
Namun ternyata, saya masih sering terlena dengan kesukaanku sendiri; nonton dracin, main games bahkan bersantai ria tanpa memikirkan hal yang lebih bermanfaat. Banyak kerinduan, target, atau rencana yang belum tercapai karena saya masih menyia-nyiakan waktu yang ada. Hari ini saya disadarkan kembali bahwa setiap momentum berharga harus diperjuangkan.
Saya perlu menata kembali dalam menjalani hidup ini agar kesempatan yang Tuhan berikan dapat saya manfaatkan dengan baik dan benar. Tidak menyepelekan dan melalaikan waktu yang ada hingga tak menyesal di kemudian hari. Dan juga belajar membuat prioritas dari waktu yang ada dengan bersekutu dengan-Nya, merenungkan sabda-Nya, mewartakan kasih Tuhan, serta menyediakan waktu bagi keluarga.
Mari kita menjadi anak Tuhan yang bertanggungjawab dengan waktu yang dianugerahkan-Nya. Memanfaatkan waktu yang ada sesuai dengan kehendak Tuhan sehingga kita dapat bertumbuh menjadi pribadi yang siap menyambut Sang Anak Domba Allah.
Tuhan mampukan kami untuk melakukan apa yang Kau kehendaki atas hidup kami, tidak membuang waktu dengan hal yang tidak seturut kehendak-Mu. (TL).
“Aku akan berusaha hari demi hari untuk menghancurkan keinginan saya menjadi berkeping-keping. Aku ingin melakukan Kehendak Suci Tuhan, bukan kehendak saya sendiri! – St. Gabriel Possenti”
Bagaimana caraku menghargai waktu yang Tuhan beri?
No responses yet