Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Senin, 19 Oktober 2026
Ef 2:1-10
Mzm 100:2-5
Luk 12:13-21
Serakah
Kata-Nya lagi kepada mereka: “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah- limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu.” – Luk 12:15
Injil Lukas hari ini mengingatkan saya akan kampung halaman. Saya bermukim di kota kecil, di Lampung Selatan. Perjalanan saya menuju ke gereja pasti melewati satu gedung yang dibangun oleh seorang mantan bupati dan sudah lama mangkrak di jalan itu. Dari berita yang saya baca dan ikuti bahwa bangunan itu hingga kini tidak terselesaikan akibat keserakahan pejabat negara tersebut yang melakukan korupsi hingga terbukti di persidangan dan berujung pada hukuman penjara.
Keserakahan manusia sering menghancurkan diri sendiri dan juga orang lain. Keserakahanlah yang menjatuhkan martabat dan harga diri sebagai pelayan masyakarat yang seharusnya harum dan berjasa untuk membangun daerah kekuasaannya tapi justru sebaliknya menjadi malapetaka bagi dirinya sendiri hingga dapat menyengsarakan warganya.
Waspadalah, serakah juga merupakan cacat celah bagi orang kristiani yang mudah tergiur oleh harta duniawi. Maka dari itu, usahakanlah selalu untuk memelihara iman dan menjadi teladan yang baik bagi gereja dan sesama. Meletakkan hal-hal surgawi sebagai harta paling berharga yang harus kita raih dan perjuangkan. Sehingga kelak kita dapat mewujudkan kerinduan kita untuk dapat layak mempersembahkan mahkota yang berharga di hadapan Tuhan ketika kita pulang ke rumah Bapa dan hidup kita di dunia menjadi kenangan indah dan berkat bagi sesama.
Kiranya Tuhan Yesus selalu menyertai dan memberkati setiap langkah hidup kita dan manjauhkan kita dari marabahaya! Amin. (Ld).
Jadilah mercusuar yang terus menyinari dunia.
No responses yet