Renungan Katolik “Bahasa Kasih”

Kamis, 22 Oktober 2026

Ef 3:14-21

Mzm 33:1-2,4-5,11-12,18-19

Luk 12:49-53

Pertentangan di Rumah

Kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi? Bukan, kata-Ku kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan. – Luk 12:51

Dalam budaya Asia, tinggal dengan orang tua, sampai usia beranjak dewasa adalah sebuah bentuk bakti kepada orang tua. Orang luar, tetangga, kerabat, atau rekan yang melihat seorang anak yang masih tinggal dengan orang tuanya, akan menyampaikan rasa syukurnya, jika saja ada anaknya yang dapat terus tinggal dan mengurusnya sampai lanjut usianya nanti, baik itu anak laki-laki ataupun anak perempuan.

Dan biasanya, setelah dewasa, anak laki-laki ataupun perempuan akan menikah dan memiliki keluarga sendiri. Hal inilah yang biasanya menjadi tantangan bagi sebagian keluarga di Asia yang masih tinggal campur dengan keluarga orang tuanya. Hal-hal yang pada awalnya terlihat baik, mulai saling terlihat sifat aslinya, yang sebenarnya masing-masing pribadi juga banyak kekurangannya, lalu saling menegur, mencela, dan saling merasa benar. Kemudian mencoba untuk mengubah perilaku menantu/mertua, yang sudah jelas-jelas berbeda lingkungan, didikan, ataupun karakternya yang sudah terbentuk dari kecil. 

Injil hari ini disampaikan oleh Yesus, bahwa akan ada pertentangan di dalam satu rumah, seperti ayah melawan anak, ibu melawan anak, dan juga sebaliknya. Ibu mertua melawan menantunya perempuan dan begitu juga sebaliknya. Banyak kasus yang saya lihat dengan mata kepala sendiri. Ada yang menjadi semakin besar masalahnya, lalu menjadi luka yang tidak terlupakan. Namun ada juga yang belajar dari pertentangan-pertentangan yang ada dan saling mengalah untuk belajar menerima perbedaan dan kekurangan masing-masing pribadi. 

Pertentangan yang mungkin terjadi, bukan juga untuk ditakuti dan dihindari, tetapi harus disikapi dengan baik, agar tidak menjadi besar dan melebar ke masalah-masalah yang lain. Mari ambil sikap rendah hati untuk saling menghargai, tidak selalu merasa paling benar. (MD).

Bapa, ajarlah kami untuk saling berkorban, saling mengalah, dan menghargai satu sama lain, kepada seluruh anggota keluarga kami.

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *