Bulan Oktober kita rayakan sebagai Bulan Rosario, bulan yang secara khusus didedikasikan kepada Bunda Maria. Saya percaya Tuhan mendengarkan doa-doa kita melalui perantaraan Bunda Maria. Sejak tanggal 1 Oktober, kami sekeluarga mulai berdoa Rosario setiap hari, salah satunya dengan memohon kesatuan dan kedamaian hati.

Tuhan berbicara kepada saya melalui kesaksian serta pesan yang disampaikan oleh pembicara, Mario Borg, dalam Persekutuan Doa O2 di tanggal 10 Oktober lalu. Temanya “When God Seems Silent”.

Malam itu, seorang teman bersaksi tentang kerinduannya untuk mendapatkan kesempatan internship. Ia terus berdoa, tetapi ternyata temannya yang lebih dahulu menerima tawaran tersebut. Meski sedih, ia tetap mengucapkan selamat kepada temannya. Beberapa minggu kemudian, ia pun akhirnya menerima tawaran internship dari perusahaan lain. Dari kesaksian dan renungan malam itu, saya diingatkan akan tiga hal.

Pertama, tetaplah bersandar dan mengandalkan Tuhan. Mario berkata, “The danger is that when God is silent, we become silent too.” Ketika doa kita belum dijawab, kita terkadang berhenti mengandalkan Tuhan, bahkan merasa kecewa. Padahal, kita diajak untuk tetap bersabar dan percaya bahwa Tuhan bekerja dalam hidup kita, meskipun kita belum memahami rencana-Nya.

Kedua, jangan membandingkan diri dengan orang lain atau meragukan kasih Tuhan. Mario mengingatkan, “Sometimes the hardest part of suffering is suffering while watching somebody else prosper.” Ketika melihat orang lain lebih berhasil, kita terkadang merasa bahwa Tuhan lebih mengasihi mereka daripada kita. Kita lupa akan begitu banyak berkat yang telah kita terima. Padahal, kita semua berharga di mata Tuhan. Kita tetap bisa bersukacita atas berkat yang diterima orang lain sambil menantikan berkat-Nya dalam hidup kita. Berkat yang diterima orang lain bukan berarti Tuhan melupakan kita.

Ketiga, tetaplah bersyukur dan percayakan waktu serta rencana Tuhan kepada-Nya.
Melalui Yohanes 21:22, Yesus mengingatkan Petrus untuk tidak sibuk memikirkan apa yang terjadi pada orang lain, melainkan tetap mengikuti-Nya. Mario menegaskan bahwa Yesus seakan berkata, “Don’t worry about someone else’s blessings. Just worry about what I am doing in your life.”

Pesan ini mengingatkan kita untuk tidak terus-menerus membandingkan perjalanan hidup kita dengan orang lain. Tugas kita adalah tetap mengikuti Tuhan, bersyukur atas berkat yang telah kita terima, dan percaya pada rencana-Nya.

Pada akhirnya, ketika Tuhan terasa diam, bukan berarti Dia tidak hadir atau tidak peduli. Ketika doa kita belum dijawab, bukan berarti Dia tidak mendengarkan. Dan ketika orang lain menerima berkat yang masih kita nantikan, bukan berarti Tuhan lebih mengasihi mereka daripada kita.

Tetaplah percaya, tetaplah bersyukur, dan tetaplah mengikuti Tuhan. Sebab, meskipun kita belum memahami rencana-Nya, kasih dan penyertaan-Nya selalu ada dalam hidup kita.

Sebab itu Tuhan menanti-nantikan saatnya hendak menunjukkan kasih-Nya kepada kamu; sebab itu Ia bangkit hendak menyayangi kamu. Sebab Tuhan adalah Allah yang adil; berbahagialah semua orang yang menanti-nantikan Dia! (Yes 30:18)

(ANT)

Categories:

Tags:

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *