Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Jumat, 1 Mei 2026
Pesta St. Yusuf Pekerja
Kis 13:26-33
Mzm 2:6-11
Yoh 14:1-6
Rumah Bapa
Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. – Yoh 14:2a
Yesus berkata bahwa di rumah Bapa ada banyak tempat tinggal. Ia mengingatkan kita bahwa hidup di dunia ini bukanlah tujuan akhir. Yesus tidak menjanjikan kenyamanan di dunia, tetapi menjanjikan tujuan yang kekal.
Kadang kita merasa lelah bukan karena perjalanan hidup terlalu berat, melainkan karena lupa ke mana kita sedang melangkah. Kita berusaha mengatur hidup seolah-olah dunia ini adalah rumah tetap dengan mencari kepastian mutlak, rasa aman yang tidak terguncang, dan kenyamanan tanpa batas. Padahal, hidup lebih menyerupai sebuah ziarah daripada kepemilikan. Kita adalah peziarah, bukan pemilik dunia ini.
Santo Yusuf, yang pestanya kita rayakan hari ini, memahami kebenaran ini dalam kesunyian hidupnya. Ia tidak menerima penjelasan panjang dari Tuhan, tidak pula jaminan hidup yang nyaman. Ia berpindah dari Nazaret ke Betlehem, dari Betlehem ke Mesir, lalu kembali lagi. Selalu dalam ketaatan, selalu dalam diam dan keheningan. Ia tidak membangun rumah bagi dirinya sendiri, tetapi setia menjaga perjalanan yang Tuhan percayakan kepadanya.
Melalui teladan Santo Yusuf, kita belajar bahwa iman sejati bukanlah tentang mengetahui seluruh rencana hidup, melainkan tentang mempercayai pribadi yang memimpin langkah kita. Santo Yusuf mungkin tidak tahu apa yang akan terjadi esok hari, tetapi ia tahu kepada siapa hidupnya diserahkan.
Yesus berkata bahwa Ia pergi untuk menyediakan tempat bagi kita. Artinya, hidup ini bukan tentang tiba secepat mungkin, melainkan tentang berjalan setia bersama-Nya, meskipun jalannya gelap dan kadang terasa berat. Kiranya teladan Santo Yusuf menolong kita untuk tidak menjadikan dunia ini sebagai rumah terakhir kita. Biarlah dunia ini menjadi tempat kita berziarah, dengan Kristus tetap menjadi jalan, kebenaran, dan hidup kita di dunia yang penuh kepalsuan dan tipu daya, hingga akhirnya kita tiba di rumah yang dijanjikan yaitu hidup kekal bersama-Nya. (Ai).
Tuhan, ajarilah kami untuk setia dan taat seperti Santo Yusuf. Amin.
No responses yet