Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Jumat, 3 Juli 2026
Pesta St. Thomas, Rasul
Ef 2:19-22
Mzm 117:1-2
Yoh 20:24-29
WGTB
“Kemudian Ia berkata kepada Tomas: “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.” – Yoh 20:27
Wah, singkatan apa lagi itu WGTB? Sebelumnya, izinkan saya menceritakan dahulu apa yang saya sedang pikirkan dan hadapi. Di paroki saya, ada tulisan kateketis yang bisa dilihat umat pada tampilan layar sebelum perayaan Ekaristi. Topik nya adalah iman. Sekilas saya hampir tidak mempercayai apa yang dituliskan. Karena yang tertulis di layar adalah sebagai berikut: “Iman adalah menundukkan akal budi kepada Allah”. Bagaimana ini mungkin terjadi? Sepengetahuan saya informasi kateketis diambil dari katekismus Gereja Katolik. Tentu saja hal ini membuat saya sangat penasaran. Bagaimana cara berpikir saya dibatasi dan ditundukan kepada Allah.
Saya mencoba menggalinya lewat internet, dan memang benar dituliskan hal yang sama. Jadi apa ya maksud dibalik kalimat itu? Saya kembali teringat perkataan Tuhan Yesus, “Kerajaan Allah disembunyikan bagi orang-orang bijak dan pandai tetapi dinyatakan kepada orang orang kecil.”(Mat 11:25). Nampaknya ini yang terjadi pada diri saya. Keinginan saya menggali lebih dalam tentang kebenaran hidup seringkali membawa saya menjauh dari Allah. Semoga selama beberapa saat ini, saya bisa menemukan dan membuka diri akan kebenaran bahwa segala sesuatu adalah Allah. Dan bagaimana pikiran dan hati ini selalu harus diingatkan bahwa Allah yang berkuasa atas hidup saya.
Lalu apa hubungannya dengan WGTB? WGTB adalah sebuah lagu “Walau Gunung Tak Beranjak”. Penyadaran diri bahwa Allah tidak selalu mengabulkan doa kita, bukan berarti Allah lepas tangan ataupun tidak menuntun kita, tetapi kembali peran kita sebagai manusia dibutuhkan untuk merespon kasih Allah, dan ini semua adalah bagian dari iman. Ketika kita mengakui Allah meskipun apa yang kita harapkan tidak pernah terjadi. (An).
Siapakah Tuhan Yesus bagi diri kita ?
No responses yet