Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Selasa, 3 November 2026
Flp 2:5-11
Mzm 22:26-32
Luk 14:15-24
Terlalu Sibuk?
“Berbahagialah orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah.” – Luk 14: 15
Dalam Injil hari ini Yesus memberikan perumpamaan tentang orang-orang yang diundang ke pesta besar. Namun saat waktunya tiba, satu per satu mulai memberi alasan untuk tidak datang ke pesta itu. Ada yang sibuk mengurus ladang, ada yang baru membeli ternak, ada juga yang merasa urusan keluarga lebih penting. Mereka kehilangan kesempatan hadir dalam perjamuan itu.
Jika kita renungkan kisah ini sangat dekat dengan kisah hidup kita sehari-hari. Bukan karena kita sengaja menolak Tuhan, tapi kita sering kali terlalu sibuk: sibuk bekerja, mengejar target, mengurus masalah hidup, memikirkan masa depan, sampai tanpa sadar hubungan kita dengan Tuhan menjadi nomor sekian.
Undangan Tuhan kadang hadir dalam bentuk sederhana: misalnya ajakan untuk berdoa lebih sungguh, kesempatan membantu orang lain, terlibat aktif di lingkungan, dorongan untuk memperbaiki hubungan yang retak, atau suara hati kecil yang mengingatkan kita untuk kembali dekat dengan-Nya. Tapi sering kali respons kita: “Nanti dulu, Tuhan. Saya sedang sibuk, banyak urusan yang harus segera diselesaikan atau lagi asik nongkrong dengan teman-teman dan seterusnya.”
Tuhan tidak pernah berhenti mengundang dan selalu menanti kedatangan kita. Bahkan dalam perumpamaan itu, ketika undangan ditolak, sang tuan tetap membuka pintu bagi orang-orang lain, yang sederhana, tersingkir, dan dianggap biasa. Itu menunjukkan betapa besar kasih Tuhan: Dia ingin semua orang datang ke dalam pesta-Nya (kebersamaan dengan-Nya). Yang dibutuhkan sederhana yaitu hati yang terbuka dan butuh Allah. Itulah semangat kemiskinan dan kesederhanaan kita dihadapan Allah.
Pertanyaannya adalah bukan apakah Tuhan mengundang kita atau tidak. Tuhan sudah mengundang dan selalu membuka pintu hati-Nya bagi kita. Dan apakah kita mau datang?
Marilah kita berhenti sejenak dan datang kepada Tuhan, Ia yang selalu mencintai apa adanya kita. (Aw).
Alasan apa yang sering aku pakai untuk menunda menjawab undangan Tuhan dalam hidupku?
No responses yet