Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Sabtu, 01 Juli 2017

Kej 18:1-15
MT Luk 1:46-50,53
Mat 8:5-17

BE A SERVANT LEADER

Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. – Mat 8:9

Di zaman sekarang ini, rasanya lebih mudah menemukan orang yang merasa dapat melakukan segala sesuatu dengan kemampuannya sendiri daripada mencari orang yang sungguh-sungguh bersandar dan bergantung kepada Tuhan dalam hidupnya.

Banyak orang mengejar status dan kekuasaan demi kepentingan diri sendiri. Karena, dunia mengajarkan bahwa ketika kita memiliki semua itu, kita akan mendapat banyak kemudahan dan kenikmatan yang terkesan begitu menggiurkan. Segala sesuatu menjadi mudah. Banyak fasilitas yang dapat dirasakan. Dan biasanya, hal ini juga akan berimbas dalam hal materi.

Satu hal yang saya pelajari dari sikap perwira dalam perikop hari ini adalah sikap merendahkan diri di hadapan Tuhan. Perwira yang kalau ia hidup di zaman sekarang, mungkin ia hanya tinggal memberi perintah agar Yesus datang dan menyembuhkan bawahannya. Kalau perlu, mungkin Yesus akan dijemput secara paksa. Namun, di hadapan Yesus, ia tahu betul siapa dirinya. Ia sadar bahwa jabatan dan statusnya tidak membuatnya merasa layak di hadapan Tuhan.

Suatu tantangan tersendiri bagi kita untuk menjadi seorang pemimpin yang melayani. Di saat kita dipercaya untuk menjadi pemimpin, sebenarnya kita sedang diberi kesempatan lebih untuk melayani. Sebagai pemimpin, kita diberi kesempatan untuk bertindak secara nyata, dan bukan hanya bicara teori belaka. Ketika seorang pemimpin mampu menunjukkan sikap seperti itu, saya percaya orang-orang di bawahnya akan juga terdorong untuk melakukan hal yang sama. (Cr)

Apakah saya seorang pemimpin yang melayani sesama?

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *