Renungan Katolik “Bahasa Kasih” ‎
Jumat, 10 Maret 2017

Yeh 18:21-28
Mzm 130:1-8
Mat 5:20-26‎

MOTIF

..Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga. – Mat 5:20

‎Setiap mendengar tentang orang Farisi dan ahli Taurat, rasanya tidak ada yang dapat dibanggakan dari mereka. Baik itu perkataan, sikap, maupun perbuatan mereka. Karena seperti yang kita tahu, seringkali di balik sikap dan perbuatan mereka ada intensi negatif dan motif yang tidak baik.

Kita mudah menilai dan bicara tentang orang lain dengan negatif. Apalagi jika kita sudah memiliki perasaan tidak suka terhadap orang tersebut, semakin mudah memberi komentar buruk baginya. Tapi pertanyaannya, apakah kita sendiri tidak pernah melakukan apa yang kita nilai tidak baik?

Mungkin saja kita memang selalu berusaha bersikap, berbuat, dan bertutur kata baik agar terlihat baik. Tapi coba kita selidiki, apa motif dan intensi di balik semua itu? Apakah kita melakukannya demi mendapatkan pujian dan kebanggaan diri? Waspadalah, karena dua hal ini akan membawa kita masuk dalam kesombongan.

Sikap yang berlawanan dengan kesombongan adalah kerendahan hati. Sikap inilah yang perlu kita bangun agar motif di balik semua perkataan dan perbuatan kita adalah benar dan tulus, tanpa ada keinginan untuk meninggikan diri sendiri. Akan sia-sialah segala yang kita lakukan jika motif di balik semua itu tidak benar. Jadilah pribadi yang benar di mata Tuhan dengan melakukan apa yang benar menurut ajaran-Nya. (Jc)

Apakah motif saya dalam melakukan segala sesuatu untuk meninggikan diri sendiri?

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *