Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Jumat, 12 Juni 2026
Hari Raya Hati Yesus Yang Maha Kudus
Ul 7:6-11
Mzm 103:1-4,6-7,8,10
1 Yoh 4:7-16
Mat 11:25-30
Istirahat
Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. – Mat 11:28
Pekerjaan, rutinitas, tuntutan keluarga, dan pelayanan menguras fisik dan emosiku, sehingga membuat merasa capek dan butuh healing. Akhirnya memutuskan berlibur untuk refreshing, tetapi setelah pulang, saya kembali terjebak dalam rasa penat, lesu, berat, dan kemudian berpikir, adakah sesuatu yang salah?
Ternyata yang kubutuhkan bukan sekedar refreshing, tetapi menerima UNDANGAN Yesus untuk beristirahat sejenak bersama-Nya. Terkadang saya terlalu sibuk dengan pekerjaan, pelayanan, dan tugas rumah tangga, tetapi lupa menyediakan waktu bersama Tuhan. Dan ketika beristirahat, membiarkan Tuhan berbicara secara pribadi denganku, mendapatkan kekuatan baru. Saya menjadi tidak sibuk sendiri dan berfokus pada masalah, tetapi percaya pada penyertaan Tuhan yang hadir dan tidak merasa berjalan sendiri karena Yesus menopangku.
Suatu ketika, seorang pembicara dalam seminar yang kuikuti mengangkat sebuah gelas berisi air dan bertanya, “Berapakah berat gelas ini?” Hampir semua peserta mencoba menerka berat gelas tersebut. Namun pembicara melanjutkan, “Berat gelas ini tidak ditentukan oleh seberapa banyak isinya, tetapi oleh berapa lamanya kita memegang gelas ini. Jika kita mengangkat gelas ini selama beberapa menit, tidak akan terasa berat. Namun ketika memegangnya selama berjam-jam, maka tangan akan terasa pegal dan sakit.
Berat dari gelas ini sama sekali tidak berubah, tetapi lamanya mengangkat gelas itulah yang membuatnya semakin terasa berat. Demikian juga saat saya terus- menerus memikirkan beban itu dan berusaha membawanya sendirian, maka beban itu akan menguras pikiran dan akan terasa semakin berat. Untuk itu, hendaknya kita datang kepada Yesus, yang adalah kekuatan dan pusat hidup. Karena hanya Dialah yang mampu meringankan dan melegakan beban kita. (TL).
Seringkah aku membenamkan diri bersama Tuhan?
Apakah aku membiarkan diriku beristirahat di dalam-Nya?
No responses yet