Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Senin, 12 Oktober 2026
Gal 4:22-24,26-27,31 – 5:1
Mzm 113:1-7
Luk 11:29-32
Terlalu
Ketika orang banyak mengerumuni-Nya, berkatalah Yesus: “Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menghendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. – Luk 11:29
Ada orang yang ketika menerima kebaikan, berterima kasih dan membalas kebaikan itu. Tetapi ada juga yang diam saja. Bahkan seperti orang yang tak tahu diri, malah menginginkan lebih atau membalasnya dengan hal yang tidak baik. Ini biasanya terjadi pada orang yang hatinya dipenuhi oleh rasa iri dan dengki, tidak senang melihat orang lain lebih baik dari dirinya. Mereka adalah orang yang tak pernah puas dan selalu haus validasi.
Sama halnya seperti “angkatan yang jahat” yang disebutkan dalam Injil hari ini, hatinya keras dan bebal, selalu meminta tanda padahal Yesus telah melakukan banyak mukjizat. Secara tidak langsung menunjukkan bahwa mereka meragukan-Nya dan tak pernah puas atas mukjizat yang telah diterima. Bagaimana dengan kita? Apakah kita juga seperti mereka yang haus akan tanda? Tak pernah merasa cukup akan apa yang telah Ia perbuat untuk kita? Bukankah jika demikian, iman kita pada-Nya perlu dipertanyakan? Apakah selama ini kita benar-benar percaya dan mengimani-Nya? Atau jangan-jangan kita melakukannya hanya ketika Ia mengabulkan permohonan kita?
Saya pun pernah mengalaminya. Merasa tidak puas akan pemberian-Nya dan mengharapkan lebih dari yang Ia berikan, seakan itu belum cukup dan masih ada yang jauh lebih baik yang belum Ia berikan. Namun, Tuhan mengingatkan bahwa jadi orang itu jangan “keterlaluan”. Bukankah Tuhan sudah sangat baik, mengasihi dan memberikan yang terbaik meski seringkali, secara sadar ataupun tidak, ada sikap atau kata yang masih menyakiti hati-Nya. Sudah tak berterima kasih, bahkan masih menuntut lebih.
Yuk, kita ingat kembali setiap kebaikan-Nya, syukuri itu semua, dan percayalah bahwa Ia tahu yang terbaik untuk kita, melebihi diri kita sendiri. (Cr).
Terima kasih Tuhan atas pengingat-Mu untuk merasa cukup atas pemberian-Mu yang pasti terbaik untukku.
No responses yet