Renungan Katolik “Bahasa Kasih”

Sabtu, 12 September 2026

1 Kor 10:14-22a

Mzm 116:12-13,17-18

Luk 6:43-49

Cermin Hati

Sebab setiap pohon dikenal pada buahnya. – Luk 6:44a

Hati manusia seperti cermin, apa yang ada dalam hati akan terpancar keluar. Bila hati bersih, benar dan tulus maka akan terlihat lewat sikapnya yang jujur, tanpa pamrih dan murni. Sebaliknya, bila hati kotor, menyimpang dan munafik maka akan terlihat dari sikap iri, sombong dan kasar.

Memiliki teman yang selalu berkata-kata kotor, mengeluh dan bersumpah serapah tidaklah menyenangkan. Keluh kesah dan ucapan ketidakpuasan membuat suasana hati menjadi tidak damai sejahtera. Berteman dengan orang seperti itu lama-lama kesehatan mental akan terganggu, stress, kecemasan dan rasa pesimis akan bertumbuh dalam diri. Sebaliknya berteman dengan orang yang bertutur kata positif, penuh dengan motivasi tinggi, selalu bersyukur dan bersukacita akan meningkatkan semangat dan harapan baru, berpandangan positif dan optimis. Hidup lebih bahagia dan tenang.

Belajar untuk tetap positif dalam menjalani hidup, berpusat dan fokus berjalan bersama Tuhan maka saya dapat lebih berserah diri dan hidup pun terasa ringan. Masalah boleh saja silih berganti, tetapi jika hidup dijalani dengan keyakinan bahwa kebaikan dan kemurahan Tuhan pasti menyertai. Sampai detik ini, saya bisa melihat bahwa tangan Tuhan tidak pernah kurang panjang untuk menolongku. Selalu ada pertolongan-Nya yang tak terduga-duga yang selalu ku terima.

Setiap hari hati saya isi dengan merenungkan Firman-Nya dan memohon kekuatan Roh Kudus agar dapat menjadi cermin kemuliaan Tuhan lewat tutur kata yang membawa berkat, damai dan sukacita bagi orang lain. (TL).

“Biarkan kata-katamu mengajar dan tindakanmu berbicara” -St. Antonius Padua-

Bagaimana aku dapat menjaga hatiku agar tetap menjadi cermin kemuliaan Tuhan?

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *