Renungan Katolik “Bahasa Kasih”
Selasa, 13 Desember 2016

Zef 3:1-2,9-13
Mzm 34:2-3,6-7,17-19,23
Mat 21:28-32

PUT IN ACTION

Tetapi kemudian ia menyesal lalu pergi juga. – Mat 21:30

Meminta anak-anak saya untuk mandi, bukanlah hal yang mudah. Apalagi kalau mereka sedang bermain game atau menonton TV. Setiap kali meminta mereka mandi, saya harus melakukannya berulang kali. Jawaban yang selalu mereka berikan adalah “ya”. Anehnya, setiap mendengar jawaban itu dari anak-anak, sayapun berhenti mengoceh. Ibaratnya “ya” menjadi kata kunci yang mampu membuat saya tidak berceloteh panjang lebar.‎

Mungkin ini juga menjadi kebiasaan yang selalu kita bawa sejak kecil. Setiap kali kita menerima teguran Tuhan, dengan mudahnya kita mengamini tapi sangat sulit kita lakukan. Kita terlalu mudah mengatakan “ya” karena itu akan membuat hati kita terasa nyaman, walaupun kita tidak melakukannya.

Nampaknya hari ini Tuhan sedang menegur kita yang terlalu mudah mengatakan “ya” tanpa pernah menjalankannya. Bagi Tuhan tidak penting bagaimana reaksi awal kita, melainkan yang terpenting adalah hasil akhirnya. Karena itu, pertobatan sangat penting bagi umat Kristiani. Bukan pertobatan di mulut, melainkan pertobatan yang diwujudkan dengan tindakan sebagai bukti ia menyesalinya. (An)

Bagaimana sikap saya dalam menanggapi teguran Tuhan? Bagaiaman cara saya agar dapat melakukan kehendak Tuhan dengan lebih baik?

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *